10 Tempat Wisata di Klaten yang Paling Populer

Tempat Wisata di Klaten – Hallo Klaten 😃 Siapa yang tak mengenal kota ini?? Kebanyakan masyarakat telah mengenal Kota Klaten karena lokasinya sangat strategis. Kota ini diapit oleh dua keraton terkenal di Pulau Jawa yaitu Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta (Solo).

Sepintas mengenai kota ini memang tak seluas wilayah Yogyakarta maupun Surakarta. Walau demikian, kota ini menyimpan beragam tempat wisata unik yang wajib kamu kunjungi. Sebelum membahas lokasi wisata, alangkah baiknya kita kupas dulu mengenai sejarah Kota Klaten. Ada yang belum tahu kan?? Yuk mari simak ulasan kami berikut ini.

Sejarah Kota Klaten

Cerita sejarah kota Klaten tersebar di berbagai catatan kuno dan kolonial maupun manuskrip Jawa. Catatan itu seperti tertulis dalam Serat Perjanjian Dalem Nata, Serat Ebuk Anyar, Serat Siti Dusun, Sekar Nawala Pradata, Serat Angger Gunung, Serat Angger Sedasa dan Serat Angger Gladag. Bundel arsip Karesidenan Surakarta menjadi rujukan sejarah kota Klaten yang tercantum dalam Soerakarta Brieven van Buiten Posten, Brieven van den Soesoehoenan 1784-1810, Daghregister van den Resi dentie Soerakarta 1819, Reporten 1787-1816, Rijksblad Soerakarta dan Staatblad van Nederlandsche Indie. Babad Giyanti, Babad Bedhahipun Karaton Negari Ing Ngayogyakarta, Babad Tanah Jawi serta Babad Sindula.

Cerita Kyai dan Nyai Mlati dianggap sebagai sumber terpercaya yang diakui sebagai cikal bakal kampung dan asal muasal nama Klaten yang konon tinggal di kampung Sekalekan. Kedua abdi dalem Kraton Mataram ini ditugaskan oleh raja untuk menyerahkan bunga Melati dan buah Joho untuk menghitamkan gigi para putri kraton (Serat Narpawada, 1919:1921).

Guna memenuhi kebutuhan bunga Melati untuk raja, Kyai dan Nyai Mlati menanami sawah milik Raden Ayu Mangunkusuma, istri Raden Tumenggung Mangunkusuma yang saat itu menjabat sebagai Bupati Polisi Klaten, yang kemudian dipindah tugaskan istana menjadi Wakil Patih Pringgalaya di Surakarta. Tidak ditemukan sumber sejarah tentang akhir riwayat Kyai dan Nyai Melati. Silsilah keluarganya juga tidak diketahui. Bahkan penduduk Klaten tidak ada yang mengakui sebagai keturunan dua sosok penting ini.

taman kota klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Taman Kota Klaten via Google Images

Sejarah Klaten juga dapat ditelusuri dari keberadaan Candi-candi Hindu, Budha maupun barang-barang kuno. Asal muasal desa-desa kuno tempo dulu menunjukan keterangan terpercaya. Desa-desa seperti Pulowatu, Gumulan, Wedihati, Mirah-mirah maupun Upit menjadi bukti asal muasal kota ini. Peninggalan atau petilasan Ngupit bahkan secara jelas menyebutkan pertanda tanggal yang dimaknai 8 November 66 Masehi oleh Raden Rakai Kayuwangi.

Berdirinya Benteng atau Loji Klaten di masa pemerintahan Sunan Paku Buwana IV mempunyai arti penting dalam sejarah Klaten. Peletakan batu pertama benteng tersebut dimulai pada hari sabtu Kliwon, 12 Rabiul Akhir, Langkir, Alit 1731 atau sengkala RUPA MANTRI SWARANING JALAK atau dimaknai sebagai tanggal 28 Juli 1804. Sumber sejarah ini dapat ditemukan dalam Babad Bedhaning Ngayogyakarata dan Geger Sepehi. Catatan sejarah ini oleh pemerintah Kabupaten Klaten melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007 sebagai Hari Jadi Kabupaten Klaten yang diperingati setiap tahun.

Nah, sekarang sudah paham kan mengenai sejarah Kota Klaten?? Cerita tersebut kami sadur dari website resmi kabupaten Klaten yang beralamat di klatenkab.go.id. Silahkan kunjungi website itu jika berkenan mencari informasi seputar Klaten.

Sesuai judul artikel ini, selanjutnya kami informasikan kepada pembaca mengenai tempat wisata di Klaten yang paling populer.

Berikut ini nama-nama tempatnya versi KitaBangga :

Umbul Ponggok

Jelas, lokasi ini merupakan salah satu wisata favorit di Klaten yang cocok untuk snorkling maupun ‘ngeksis’ di dasar air. Alamatnya berada di Desa Ponggok, Polanharjo, Kabupaten Klaten. Lokasi ini dihuni oleh beragam jenis ikan unik nan lucu yang siap menemanimu berenang. Selain menawarkan lokasi Umbul, fasilitas lain juga disediakan. Fasilitas tersebut meliputi tempat makan, mushola, ruang ganti, paket prewedding, dan penyewaan kamera. Jika masih bingung lokasi Umbul Ponggok, silahkan searching melalui Google Maps atau tanya warga sekitar, mayoritas warga sudah tahu.

umbul ponggok klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Sensasi Menyelam di Umbul Ponggok via LiburMulu

Berikut ini daftar harga tiket masuk kawasan Umbul Ponggok beserta fasilitas yang ada

* Harga Tiket Masuk per September 2016 = Rp. 15.000

* Paket Rp.30.000 (berlaku Senin – Jumat, bukan Libur Nasional)

* Paket Snorkling (Kacamata + Selang Napas) = Rp. 13.000

* Pelampung Dewasa = Rp. 7.000

* Pelampung Anak-Anak = Rp. 5.000

* Kaki Katak = Rp. 6.000

* Kamera Underwater = (Rp.60.000/30 menit) dan (Rp. 100.000/1 jam)

* Kamar Ganti = Rp.1.000

* Kamar Mandi = Rp.2.000

* Aneka Gorengan = Rp. 1.000

* Minuman Hanget, Ex Millo Cup = Rp. 5.000

Umbul Manten

Masih di kecamatan yang sama, kawasan Polanharjo juga menawarkan objek wisata Umbul Manten untuk kamu singgahi. Umbul Manten ini berlokasi di Dusun Janti, Kelurahan Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Berbeda dengan Umbul Ponggok, fasilitas lokasi ini tidak terlalu komplit, bisa dibilang ala kadarnya. Umbul Manten ini termasuk salah satu wisata umbul di Klaten yang bernuansa alami. Jadi wajar saja jika fasilitasnya tidak sekomplit Umbul Ponggok. Retribusi yang dikeluarkan juga tergolong sangat murah. Harga tiket masuknya cuma sekitar Rp 3.000 dan Rp 2.000 untuk parkir. Sangat cocok bagi mahasiswa. 😃

umbul manten klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Air di Umbul Manten Terlihat Jernih via PiknikAsik

Kiri kanan Umbul ini dikelilingi oleh pohon beringin yang menambah suasana sejuk dan di dasarnya ada bebatuan kecil, cocok untuk terapi. Airnya pun juga jernih, tidak berbau. Bagi wisatawan luar kota, cobalah sensasi renang di Umbul ini. Pasti nagih, hehehe…

Umbul Kapilaler

Pernah mendengar nama Mata Air Sigedang?? Umbul Kapilaler berdekatan dengan mata air ini. Mata air tersebut sering dipakai untuk sumber produksi air minum kemasan. Lokasi Umbul Kapilaler juga termasuk Kecamatan Polanharjo. Tepatnya berada di Desa Umbulsari, Ponggok, Polanharjo. Konon, Umbul ini dipercaya sebagai tempat pemandian putri kerajaan yang sampai saat ini masih digunakan warga untuk mandi.

umbul kapilaler sigedang
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Umbul Kapilaler Sigedang via Bakpia Mutiara Jogja

Sama seperti Umbul Manten, umbul ini juga dikelilingi pohon beringin yang rindang. Apalagi dengan tiadanya tiket masuk alias gratis, pengunjung pun seolah dimanjakan suasana.

Obyek Mata Air Cokro (OMAC)

Di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, terdapat Obyek Wisata Mata Air Cokro yang menyediakan beragam macam wahana permainan. Dulu, tempat ini bukan bernama ‘Cokro’ melainkan Umbul Ingas dikarenakan sumber mata airnya berasal dari rerimbunan pohon ingas. Mungkin warga disana punya alasan tersendiri menyebutnya dengan julukan OMAC (Objek Mata Air Cokro). Hehehe…

obyek mata air cokro
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Pemandangan Lokasi Wisata Mata Air Cokro via My Tip My Adventures

Seiring waktu berjalan, tempat wisata ini terus mengalami perkembangan dengan adanya penambahan wahana maupun peningkatan layanan. Wahana yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari flying fox, waterboom, arum jeram, terapi ikan, dan pemandian sungai juga ada. Untuk tiket masuknya, kamu perlu merogoh kocek sekitar Rp 15.000/dua orang pada hari-hari biasa. Sedangkan pada akhir pekan atau weekend harga tiketnya menjadi Rp 11.500/orang.

Harga tiket tersebut sudah termasuk asuransi dan bebas menikmati semua wahana yang ada kecuali flying fox. Kamu perlu membayar lagi sekitar Rp 15.000 jika berkenan mencoba flying fox. Apabila kehabisan tempat istirahat, pihak pengelola juga menyewakan tikar. Murah kok, cuma 5.000.

Baca juga 5 Destinasi Sekitar Bogor Ala Luar Negeri yang “Instagramable”

Rowo Jombor

Pindah ke wilayah Klaten bagian selatan. Di wilayah ini terdapat sebuah waduk yang sering dijadikan tempat pemancingan ikan. Warga sekitaran sana menyebutnya Rowo Jombor. Dinamakan Rowo Jombor karena wilayah tersebut sering tergenang air sehingga menyerupai rawa-rawa. Jombor sendiri merupakan nama Desa, sebelum berubah menjadi Desa Krakitan.

Rowo Jombor Klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Rowo Jombor Klaten via MediaKita45

Saat mengunjungi lokasi ini, kamu akan menjumpai beragam warung makan yang mengapung di atas waduk. Rowo Jombor memang terkenal dengan Warung Apung. Bermacam menu olahan ikan disediakan hampir semua warung, bahkan bisa jadi semua warung ada menu ikannya.

Alamat Rowo Jombor berada di Jalan Rawa Jimbung, Krakitan, Bayat, Kabupaten Klaten. Untuk rutenya, bisa gunakan aplikasi Google Maps.

Candi Prambanan

Pernah mendengar kisah Roro Jonggrang? Jika pernah berarti tahu dong asal usul Candi Prambanan?? Hehehe… Dahulu kala asal usul Candi Prambanan sangat erat hubungannya dengan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Kisah ini bermula ketika Joko Bandung menaruh hati pada Roro Jonggrang karena kecantikannya dan ingin dijadikan istri.

Namun Roro Jonggrang bingung menjawab keinginan si Joko. Kalau ia menolak, nyawa Roro Jonggrang menjadi taruhannya karena si Joko ini sangat sakti. Kalaupun ia menerima, Roro Jonggrang pasti membenci Joko sebab ia tahu bahwa yang membunuh ayahnya adalah si Joko.

Lantas Roro Jonggrang mempunyai siasat dan berkata pada Joko Bandung. Apabila si Joko ini berhasil membuatkan 1000 candi dan 2 sumur dalam waktu semalam maka dengan terpaksa ia akan menerima keinginan si Joko (sebenarnya Roro Jonggrang tidak mau). Awalnya Joko Bandung berpikiran, mana mungkin membuat candi sebanyak itu dalam waktu semalam. Namun, ia kemudian memanggil bala bantuan dari bangsa jin untuk membantunya menyelesaikan candi.

Wisata Candi Prambanan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Wisata Candi Prambanan via Telusur Indonesia

Atas bantuan dari bangsa jin, akhirnya jumlah candi itu mencapai 999 yang membuat Roro Jonggrang khawatir. Lalu Roro Jonggrang membangunkan gadis-gadis di sekitar situ untuk segera menumbuk padi sambil memukul alu. Mendengar suara alu, ayam-ayam pun terbangun dan saling berkokok.

Bangsa jin yang membantu Joko Bandung langsung panik, mereka berpikir kalau sebentar lagi matahari akan segera terbit. Tapi sebenarnya itu cuma akal-akalan dari Roro Jonggrang. Setelah mengetahui kecurangan Roro Jonggrang, si Joko Bandung pun marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi sebagai pelengkap candi yang ke-1000. Maka dari itu Candi Prambanan juga disebut Candi Roro Jonggrang.

Lokasi candi ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Sebagian wilayah masuk ke Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Tak heran jika tempat ini masuk dalam kategori tempat wisata di Klaten yang paling populer. Rutenya juga mudah dijangkau. Kalau dari arah Jogja tinggal lurus terus sampai Pasar Prambanan. Nah, di dekat pasar itu nanti kelihatan Candi Prambanan.

Candi Plaosan

Setelah berkunjung ke Candi Prambanan, jangan langsung terburu-buru pulang. Rentang 1 km dari Candi Prambanan, kamu akan menjumpai kompleks Candi Plaosan yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan). Arsitektur candi ini merupakan perpaduan antara budaya Hindu dan Buddha.

candi plaosan klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Candi Plaosan Klaten via Bakpia Mutiara Jogja

Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, sama halnya candi perwara yang lebih kecil. Candi ini juga memiliki permukaan halus pada terasnya yang menjadi ciri khas.

Baca juga Pesona Kepulauan Karimunjawa Yang Terkenal Sampai Mancanegara

Candi Sewu

Jika berkunjung ke Candi Prambanan, jangan lupa menyempatkan diri mengunjungi Candi Sewu karena lokasi candi ini bersebelahan dengan Candi Prambanan. Berdasarkan sejarah, Candi Sewu dibangun pada abad ke-8 ketika masa pemerintahan Raja Rakai Panangkaran dari Dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno dari tahun 746 Masehi sampai tahun 784 Masehi. Namun kemungkinan besar komples candi ini kembali dipugar dan diperbesar oleh Pangeran keturuan Dinasti Sanjaya yaitu Rakai Pikatan.

candi sewu klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kemegahan Candi Sewu Klaten via Wisata Terbaru

Pangeran Rakai Pikatan kemudian menikahi seorang putri dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha bernama Pramodhawardhani. Sedangkan sang pangeran beragama Hindu. Pernikahan besar ini akhirnya mampu menggabungkan dua kebudayaan berbeda dari dua dinasti besar yang berkuasa pada masa itu, khususnya di tanah Jawa.

Namanya juga Candi Sewu, pasti disana terdiri dari banyak candi. Beberapa candi kecil bertebaran di kompleks Candi Sewu.

Gondang Winangoen

Gondang Winangoen merupakan museum gula peninggalan Belanda yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah. Tepatnya berada di Jalan Jogja – Solo, Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Saat ini Gondang Winangoen telah dikembangkan serius oleh beberapa pihak untuk tujuan wisata yang dijuluki Green Park Gondang. Disana kamu dapat menikmati beragam wahana permainan bersama keluarga atau kerabat dekat. Kamu juga bisa merasakan sensasi naik kereta lokomotif jaman dulu sambil foto-foto.

gondang winangoen klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Gondang Winangoen Klaten via SD Muhammadiyah Wirobrajan 3

Oh ya, lokasi wisata ini sengaja disediakan tempat istirahat untuk masyarakat yang lelah perjalanan jauh.

Deles Indah

Bagi kamu yang menyukai keindahan alam, objek wisata Deles Indah wajib kamu coba. Tempat ini berlokasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Sejauh mata memandang, kamu akan disuguhi pemandangan Gunung Merapi yang menakjubkan. Berbagai peninggalan bersejarah juga ada disana seperti bekas pesanggrahan Pakubuwana X (tempat semedi Sunan Pakubuwana X), makam Kyai Mlayopati, Sendang Kali Reno, Taman Ngajaran, Taman Pring Cendani, dan Gua Sapuangin.

deles indah klaten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Wisata Alam Deles Indah via Telusur Indonesia

Ketinggian wilayah ini mencapai 800 m – 1300 m di atas permukaan laut. Cukup tinggi kan?? Selain menawarkan pemandangan memesona, kawasan ini juga menyediakan rekreasi khusus bagi pengunjung. Untuk masuk kawasan Deles Indah kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Sangat cocok bagi mahasiswa. 😃

Tunggu apalagi? Buruan datang dan nikmati tempat-tempat wisata di Kota Klaten dengan beragam keunikan. Lupakan sejenak tugas-tugas sekolah/kampus maupun laporan kantor untuk memanjakan pikiran. 😃 Sampai disini dulu perjumpaan kita, bila ada kesalahan data atau penulisan tempat mohon dimaafkan.

Start typing and press Enter to search

Air Mancur Sri Baduga Purwakartamuseum cokelat monggo