2017, Banyuwangi Gelar Atraksi Seni & Budaya Lokal Setiap Hari

Tak bisa dipungkiri bahwa potensi budaya lokal memiliki kekuatan luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan daerah karena memberikan kekuatan karakter yang jelas dan tegas. Selain itu adanya budaya lokal yang dioptimalkan secara maksimal dapat memberikan daya angkat untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Bingung dengan maksudnya? Okelah kita kasih satu contoh yaitu daerah Bali.

Bali hanyalah pulau yang luasnya tak kurang dari 6000 meter persegi. Tetapi Bali memiliki segudang destinasi dan budaya yang terkenal hingga mancanegara. Hal ini karena karakter yang dibangunnya sudah kuat. Contoh konkretnya ketika mendengar Bali pasti kata ‘Pantai’ sebagai destinasinya atau ‘Kecak’ sebagai budayanya selalu mengikuti. Tak mungkin kalau tidak memiliki daya tarik semacam itu wisman rela berduyun-duyun ke Bali. Padahal di negaranya juga punya pantai atau budayanya sendiri kan?

Nah dari alasan itulah, Banyuwangi juga mulai menata karakternya. Karakter yang dibawanya melalui atraksi seni dan budaya lokalnya alias B-Fest (Banyuwagi Festival). Mungkin kelak wisman ketika mendengar kata ‘Banyuwangi’ ada kata ‘Atraksi’ misalnya.

Tepatnya, pada tahun 2017 mendatang, Banyuwangi akan menggelar kegiatan seni dan budaya setiap hari. Wisatawan yang datang ke Banyuwangi bisa menyaksikan pertunjukan budaya dan seni asli Banyuwangi 365 hari tanpa putus di tengah kota Banyuwangi.

banyuwangi festival digelar setiap hari
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Banyuwangi festival akan digelar setiap hari? via rimanews.com

Pertunjukan tersebut nantinya akan menampilkan berbagai kesenian dan budaya lokal yang dimiliki oleh Banyuwangi. Tidak hanya tarian Gandrung yang sudah cukup terkenal itu, tapi juga semua seni dan budaya lokal yang ada di desa-desa.

Mekanisme atraksi seni dan budaya lokal Banyuwangi sendiri akan ditampilkan secara bergantian di Jalan Ahmad Yani. Uniknya lagi, para siswa sekolah se-Banyuwangi yang akan mengisi pertunjukan seni dan budaya daerah tersebut. Jadi, selain menjadi atraksi wisata, pertunjukan seni yang digelar setiap hari ini menjadi media unjuk kebolehan bagi para siswa.

Sebenarnya untuk kegiatan B-Fest sendiri sudah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Namun keterlibatan siswa sebagai pengisi pertunjukannya hanya sebatas siswa sekolah yang berada di kota. Selain itu B-Fest tidak dilaksanakan sepanjang tahun alias hanya pada bulan Oktober hingga Desember. Jadi, belum bisa membawa karakter Banyuwangi lebih jauh lagi.

Baca juga: Berapa Sih Jumlah Suku Di Indonesia?

Semoga saja dengan adanya atraksi seni dan budaya lokal sepanjang tahun dapat membawa karakter budaya lebih mendunia.

Bagaimana? Tak sabar untuk menyaksikannya? Mulai Januari ke Banyuwangi ya..

Start typing and press Enter to search

Sambut Asian Games, Palembang Garap Destinasi Wisata Religitimnas selangkah lagi ke final piala aff 2016