Bekantan, Si Maskot Pulau Kalimantan Yang Penuh Keunikan

Secara geografis, Indonesia berada di dua zona wilayah yaitu zona Asia dan Australia. Hal ini menjadikan Indonesia kaya akan jenis satwa. Terlebih kawasan nusantara yang luas dan terbagi dalam beribu-ribu pulau, tentunya membuat satwa Indonesia semakin beragam. Dan tanpa kita sadari, ada banyak satwa Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Kekhasan inilah yang menarik banyak ilmuan domestik maupun mancanegara untuk melakukan berbagai penelitian.

Dari banyaknya satwa di Indonesia, kali ini kita akan ulas salah satu satwa asli Indonesia yang bisa dibilang cukup unik. Yaitu hewan primata yang menjadi maskot provinsi Kalimantan Selatan, Bekantan namanya.

patung bekantan kalimantan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Patung Bekantan di Banjarmasin Kalimantan Selatan – via keponih.com

Lalu seperti apa keunikan yang dimiliki bekantan ini? Mari langsung saja simak ulasan berikut.

Bekantan, monyet berhidung panjang.

Dilansir dari laman Wikipedia, Bekantan (Nasalis larvatus) adalah spesies monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Karena hidungnya inilah, si maskot pulau kalimantan ini juga sering disebut sebagai monyet Belanda. Selain itu, hidung panjang nan besar tersebut menjadi ciri utama yang membedakan bekantan dari jenis monyet lainnya. Uniknya lagi, hidung besar dan panjang ini ternyata bisa mengeluarkan aneka bunyi-bunyian yang merupakan bahasa bekantan itu sendiri.

Hanya bekantan jantan yang punya hidung mancung.

Bekantan jantan berhidung panjang dan besar via http://versesofuniverse.blogspot.co.id
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bekantan jantan berhidung panjang dan besar via versesofuniverse.blogspot.co.id

Ternyata hidung panjang dan besar hanya ditemukan pada spesies jantan saja. Jadi, untuk bekantan betina tidak memiliki hidung besar seperti bekantan jantan. Belum diketahui secara pasti fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan. Namun berdasarkan penelitian, bekantan betina lebih memilih bekantan jantan dengan hidung mancung dan besar sebagai pasangannya.

Tak hanya mancung, bekantan juga punya perut buncit.

Bekantan kalimantan memiliki perut besar dan buncit bagaikan orang yang sedang mengandung, hal ini merupakan efek samping dari kebiasaan bekantan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, dan aneka dedaunan yang menghasilkan banyak gas pada saat dicerna. Dalam perutnya ini juga terdapat cairan hitam yang belum diketahui secara pasti apa manfaat bagi si bekantan.

Berat sih, tapi tetap lincah.

Secara fisik ukuran sang jantan lebih besar daripada si betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Sedangkan bekantan betina berukuran sekitar 60 cm dengan berat 12 kg. Namun dengan ukuran yang tidak kecil ini, bekantan mudah saja melompat berpindah-pindah di dahan pohon maupun di daratan.

Yuk lindungi bekantan dari kepunahan.

Berdasarkan Ordanansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan No. 266 jo UU No. 5 Tahun 1990 primata asli Indonesia ini termasuk hewan yang dilindungi. Sejak tahun 2000, bekantan kalimantan telah dimasukkan dalam status konservasi kategori terancam kepunahan (Endangered) yang sebelumnya telah masuk kategori rentan (vulnerable) oleh IUCN Redlist. Dan sejak itu juga bekantan masuk sebagai binatang CITES golongan Appendix I atau tidak boleh diperdagangkan. Dari tahun ke tahun jumlah bekantan terus menurun. Pada tahun 1987 diperkirakan terdapat sekitar 260.000 bekantan di pulau Kalimantan. Tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis menjadi 25.000 ekor saja. Penyebabnya karena penyempitan lahan hutan yang beralih fungsi dan perburuan secara besar-besaaran.

Baca juga: Indonesia Punya Pygmy Seahorse, Kuda Laut Terkecil di Dunia

Melihat berbagai keunikan yang dimilikinya, kita semua berharap agar bekantan kalimantan tidak punah. Masih banyak hal-hal yang belum diketahui secara pasti mengenai si maskot pulau Kalimantan ini. Setidaknya dengan jumlah yang masih tersisa, dapat digunakan untuk berbagai riset dan penelitian mengenai keunikannya agar bermanfaat di masa mendatang.

Salam bangga fauna Indonesia!

Start typing and press Enter to search

kopi juga mengandung filosofi - Kopi Indonesiatenun lurik khas klaten