Geevv, Mesin Pencari Bermisi Sosial Buatan Mahasiswi UI

Bicara soal mesin pencari atau lebih gaulnya dibilang ‘search engine’ pasti langsung terbesit ‘Google’ atau ‘Bing’. Ya, semua pun pasti setuju kalau keduanya menjadi raksasanya mesin pencari saat ini. Google.com dari Google,Inc dan Bing.com dari Microsoft. Yahoo search era 90 an bagaimana? Kabarnya sudah usang, ups..

Tapi, lupakan keduanya sejenak. Ada yang jauh lebih keren. Lebih Indonesia banget. Sebuah karya anak bangsa di bidang yang sama dengan google dan bing. Apa itu?

Geevv, si mesin pencari dengan misi sosial buatan mahasiswi UI. Sebuah mesin penelusuran layaknya google dan bing yang dibuat tak hanya untuk browsing-an semata, tetapi juga ada program sosial di dalamnya.

Maksudnya?

Mesin pencari Geevv berkomitmen untuk mendonasikan 80% pendapatan iklan untuk kegiatan sosial dan 20% untuk meningkatkan kualitas dan layanan dari Geevv. Dengan kata lain, mayoritas keuntungan yang dihasilkan dari Geevv akan disalurkan ke sejumlah program sosial seputar kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

Tiap satu pencarian yang berhasil dilakukan melalui situs Geevv.com, pengguna menghasilkan Rp 10 di saldo donasi mereka. Angka itu akan terus berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat. Sederhananya, makin sering digunakan, berlipat pula donasi yang dihasilkan. Oh ya, uang donasi yang dihasilkan tersebut akan terpampang di pojok kanan atas mesin pencari Geevv.com. Jadi, kamu juga akan mengerti berapa kira-kira kamu mendonasikan.

mesin pencari geevv
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Tampilan geevv.com

Selain pendapatan dari donasi, Azka Asfari Silmi si pencetus mesin pencari Geevv bersama seorang rekannya juga menuturkan bahwa pihaknya menerima segala bentuk kerja sama. Mereka juga mengembangkan produk-produk turunan untuk monetisasi. Dengan cara demikian, Azka dan timnya akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengutak-atik sistem donasi yang sudah berjalan.

Sebenarnya harapan mereka tak muluk-muluk mengingat Google telah menjadi semacam ketergantungan masyarakat Indonesia. Yakni hanya dua persen dari market share mesin pencarian di Indonesia yang dipatok oleh Azka dan timnya selama dua tahun ke depan. Ya kalaupun lebih dari itu bisa dibilang memuaskan.

Untuk mencapai target tersebut juga tak akan mudah dilakukan. Jika dikalkulasi pengguna  yang menggunakan Google sebagai mesin pencarian utama di Indonesia berdasarkan survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) per oktober 2016 ada 81,8 juta. Maka target 2 persennya didapatkan sekitar 1,6 juta pengguna. Angka itu sudah cukup baik untuk awalan. Mengingat situs pencarian buatan anak bangsa sebelumnya seperti findtoyou.com, nowgoogle.com tumbang dilibas dahsyatnya algoritma Google.

Baca juga: Melirik Charger Ponsel Tanpa Listrik Karya Mahasiswa UGM

Mungkin bisa saja mengalahkan Google, andaikata pemerintah ikut terlibat dalam pertumbuhan Geevv. Seperti mesin pencari di Cina, Jepang, Jerman, dan Rusia, yang dilindungi dan dipercaya pemerintah lewat kebijakan yang ada di sana untuk melayani aktivitas pencarian online di negara mereka. Semoga saja…

Perlu di ketahui, search engine buatan indonesia ini masih menggunakan API Bing sebagai database nya, kedepannya mungkin Geevv akan menggunakan database sendiri.

Semangat kawan-kawan Geevv!

Start typing and press Enter to search

Charger Ponsel tanpa listrik Karya Mahasiswa UGM