Indonesia Punya Rute Penerbangan Terpendek, Cuma 2 KM!

Kali ini kita mengajak kamu untuk mengeksplorasi tanah papua. Ada apa di sana? Tentunya tanah papua ada banyak sumber kekayaan alam yang melimpah. Keindahan panorama yang luar biasa. Serta penghormatan yang sangat kental pada leluhur dan budaya. Tapi tak hanya itu, tanah papua juga menyimpan banyak cerita dan fakta-fakta uniknya.

Salah satu keunikan papua kali ini mengenai transportasi. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Papua ternyata memiliki satu rute penerbangan yang tidak biasa. Ya, di tanah Papua, ada satu rute dimana kamu hanya memerlukan waktu sekitar 73 detik untuk mencapai tujuan!

Wow.. cepatnya…..

Eh bukan perkara cepatnya, karena rute tersebut hanya menjembatani dua desa. Sehingga menjadikan rute penerbangan terpendek pertama di Indonesia. Juga rute penerbangan terpendek kedua di dunia setelah Skotlandia (dari Westray ke Papa Westray, Provinsi Orkney) yang memegang waktu tempuh 47 detik. Kebayang dong gimana sensasinya kalau ke desa seberang memakai pesawat. Hehe

Penerbangan cepat tersebut menjembatani desa Kegata dan Apowo, di Nabire. Dua desa yang dipisahkan oleh lembah yang dalam.

rute penerbangan terpendek di dunia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Landasan pacunya juga pendek tuh! via http://bushflyingdiaries.com

Desa Kegata dan Apowo merupakan dua desa di Nabire yang jaraknya berdekatan. Jaraknya tak lebih dari 2 km kalau ditarik garis lurus. Dekat kan? Ya itu sih kalau kita bisa jalan lurus ke sana. Masalahnya, dua desa ini dipisahkan oleh lembah yang sangat dalam dan hutan yang tak mudah dilewati. Faktor geografis kedua desa ini lah yang membuat warga susah berinteraksi satu sama lain.

Jika pun menempuh jalur darat akan memakan waktu berhari-hari dari Kegata ke Apowo, begitu pula sebaliknya. Karenanya butuh jalur udara.

desa-apowo-dan-kegata
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Hmm.. Desanya di lembah dalam via http://bushflyingdiaries.com

Adanya tembok alam yang membatasi kedua desa ini memang cukup menyusahkan bagi warga. Lembah dan hutan menjadi pemisah jalur darat. Kombinasi keduanya tak memungkinkan warga untuk menggunakan alat transportasi darat untuk mencapai desa tetangga. Ya, mana ada mobil atau bus yang bisa melewati lembah dan menembus hutan. Jalan kaki pun akan memakan waktu berhari-hari karena harus memutari lembah dulu. Jelas sudah. Satu-satunya alat transportasi yang bisa dan sangat dibutuhkan warga yaitu melalui jalur udara.

Nyatanya ada kok maskapai yang melayani rute sependek itu.

warga papua antre naik pesawat
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Antre ya…. via http://bushflyingdiaries.com

Unik memang. Kalau dipikir-pikir, mana ada maskapai yang melayani rute penerbangan hanya 1,8 km? Dari segi profit pun tak menguntungkan sama sekali. Butuh bahan bakar, bolak-balik, biaya perawatan mesin, dan sebagainya. Namun nyatanya ada maskapai yang rela membantu warga dengan mengadakan rute penerbangan antar desa tersebut. Ya, Susi Air dengan jenis pesawat Pilatus Porter. Kedatangan mereka memberi angin segar bagi warga kedua desa. Paling tidak, urusan transportasi sudah tak lagi jadi masalah mereka.

Meski menjadi rute penerbangan terpendek dan cuma ditempuh selama 73 detik tak mengurangi keindahan panoramanya.

tembok alam batas apowo dan kegata
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Pemandangan tanah papua emang tiada dua via http://bushflyingdiaries.com

Apa asyiknya penerbangan jika hanya dalam sekejap? Penerbangan selama 73 detik tentu serasa singkat dan tak dapat menikmati lebih dalam. Jangan salah, meski kamu berada kurang dari dua menit di udara, pemandangan kontur alam yang membentang antara Kegata dan Apowo sangat mempesona. Hamparan hijaunya hutan akan menyejukkan mata. Tak perlu tinggi menembus awan pula. Membuat penerbangan benar-benar berbeda dari biasanya. Eh, memori yang tak terlupakan deh jadinya. Ehem..

Bagaimana? Tertarik mencobanya?

Start typing and press Enter to search

pencak silat - beladiri asli indonesiagaya jamu dulu dan kini