Indonesia Termasuk Penghasil Kopi Terbesar di Dunia

Siapa sih yang tak kenal kopi? Minuman berkafein yang identik warna hitam, pekat, dan juga bermanfaat. Pasti lah kebanyakan orang pernah mencicipi minuman ini karena rasa khas dari kopi menyatukan semua generasi. Entah itu yang dewasa maupun kawula muda. Entah itu mahasiswa atau pegawai swasta. Dan entah itu pegawai negeri ataupun para petani. Semuanya berkumpul menjadi satu tanpa ada yang terbebani. Maklum lah namanya juga kopi, dari dulu hingga masa kini rasamu akan terus menghakimi. Tak lekang oleh tradisi dan selalu diburu para pengantri. Hehehe… 😀 Selain rasanya nikmat, minuman ini juga mengandung beberapa filosofi. Karena filosofi ini, tak sedikit orang yang terinspirasi dari secangkir kopi.

Lewat kopi lah mereka mulai berkreasi menuangkan ide-ide kreatif untuk dijadikan motivasi. Bahkan Indonesia pun termasuk penghasil kopi terbesar di seluruh negeri. Kita seharusnya bangga dengan prestasi ini. Berkat kopi ibu pertiwi, nama Indonesia menjadi lebih dikagumi. Dan kami ucapkan selamat kepada negeri tercinta ini, atas prestasi dari penghasilan biji kopi. 😀 Eh kok malah kayak puisi ?? Ah sekali-kali gapapa lah, yang penting hati ini nggak merasa tersakiti 😀 Oke oke lanjut aja bahas kopinya. Lupakan yang tadi, agak sedikit khilaf.

Oh iya ngomong-ngomong tau nggak kalau kopi yang kamu nikmati tiap hari itu dibagi menjadi 2 jenis?? Penikmat kopi sejati pasti tau lah. Hayoo apa?? Yapss betul, kopi robusta dan kopi arabika. Untuk ciri khas kopi robusta sendiri lebih memiliki rasa mirip seperti coklat dan aroma dari kopi ini agak manis-manis gitu. Iya manis, seperti kamu 😀 Selain itu, tekstur kopi robusta juga lebih kasar dari kopi arabika. Sedangkan untuk kopi arabika mempunyai rasa agak pahit seperti kenanganmu yang dulu -_-

Namanya juga kopi, kalau pahit ya maklum lah. Akan tetapi jika ditinjau dari segi aroma, kopi arabika lebih wangi aromanya mirip seperti percampuran buah dan bunga. Kalau kita telisik lebih jauh, perbedaan kopi robusta dengan kopi arabika tak hanya dari segi aroma dan rasa. Dari bentuk biji kopinya juga ada perbedaan. Biji kopi Arabica bentuknya lebih besar dan cenderung berbentuk lonjong, sedangkan biji kopi Robusta berbentuk lebih bulat.

Nah, untuk nama kopi di Indonesia itu sebenarnya ada banyak. Tapi kami hanya menyebutkan nama kopi yang sering terdengar oleh masyarakat. Diantaranya yaitu :

Kopi Luwak

Kopi Luwak merupakan jenis kopi termahal dan salah satu jenis kopi yang produksinya paling aneh. Mengapa?? Karena produksi kopi ini berasal dari biji kopi yang dimakan binatang Luwak dan tidak tercerna biji kopinya. Sistem pencernaan Luwak menyerap getah-getah dari biji kopi dan proses fermentasi di dalam perut Luwak membuat kopi ini memiliki rasa eksotis, hampir seperti sirup dan sangat lembut dengan aroma karamel atau kakao. Asal-usul kopi ini menurut cerita rakyat sangatlah unik.

Ketika jaman Penjajahan Belanda para petani dilarang mencicipi biji kopi dari perkebunan yang mereka garap. Karena ingin mencoba minuman kopi tersebut secara tak sengaja mereka melihat hewan Luwak memakan buah-buah kopi dan dari pencernaanya membuang biji kopi itu secara utuh. Para petani pun lalu mengambil biji kopi tersebut dan merebusnya. Setelah dicoba tak disangka-sangka rasa dari kopi ini membuat para petani berdecak kagum. Karena rasanya inilah yang membuat kopi luwak terkenal dimana-mana.

Kopi Toraja (Celebes Kalossi)

Kopi Toraja merupakan kopi  yang berasal dari bumi Sulawesi dan mempunyai cita rasa tersendiri. Aroma wanginya khas walaupun tak begitu menyengat. Dari segi rasa, sedikit ada asamnya (kecut) dan terasa agak pahit. Bagi peminat kopi pahit hal tersebut tak menjadi masalah. Akan tetapi bagi peminat kopi manis, pahitnya masih tetap berasa walaupun sudah dicampur dengan gula. Maklumi aja lah, namanya juga kopi. Kalau yang manis itu senyumanmu dek 😀

Kopi Gayo

Kopi Gayo termasuk varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan di Daerah Dataran Tinggi Gayo, Sumatera, Indonesia. Kopi Gayo telah resmi mendapat penghargaan Fair Trade Certified dari Organisasi International Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010. Kopi ini juga menerima sertifikat IG (Indikasi Geografis) yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, Kopi Arabika Gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Untuk rasanya sendiri tidak jauh beda dengan kopi arabika lain, ada rasa pahitnya. Namun, kopi ini juga memiliki kekentalan yang kuat. Gimana mau coba?? Tenang, kamu nggak perlu sampai ke Gayo sana. Cari aja di search engine yang jual kopi gayo. Pasti muncul kok. Atau bisa juga search di online store. Hehehe… Manfaatkan teknologi yang ada. Oke?? 😀

Kopi Lampung

Sesuai dengan namanya, kopi ini berasal dari daerah Lampung yang dibudidayakan para petani disana. Sebagian besar perkebunan kopi Lampung merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, dan daerah Tanggamus. Untuk jenis kopi yang dibudidayakan oleh petani Lampung kebanyakan dari jenis Kopi Robusta. Tau kan ciri-ciri kopi robusta?? Hehehehe. Untuk soal rasa, Kopi Lampung ini memiliki cita rasa yang unik, bukan rasa yang tertinggal loh. 😀 Jujur kami belum pernah mencoba kopi ini, jadi mohon maaf tidak bisa menjelaskan secara detail rasa dari kopi Lampung.

Sebenarnya masih banyak lagi nama-nama kopi yang ada di Indonesia, seperti Kopi Jawa, Kopi Aceh, Kopi Tulungagung, Kopi Bali atau Kopi Kintamani, Kopi Lanang, dan lain sebagainya. Namun kami hanya memaparkan kopi yang sering didengar oleh masyarakat agar mereka tahu asal usul kopi yang sering mereka dengar. Ingat kopi yang baik itu akan selalu menemukan penikmatnya. 😉

Start typing and press Enter to search

tugu jogjaS.ID, URL Shortener Asli Buatan Indonesia