Jamu, Gayamu Dulu dan Kini

Mendengar kata jamu, warisan minuman khas Indonesia ini bisa dibilang cukup eksis bertahan hingga era modernisasi. Meski maraknya obat-obatan ataupun vitamin bertebaran di apotek hingga warung rumahan, minuman rempah asli Indonesia ini masih banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Walaupun kadang dianggap kuno, nyatanya pengobatan dengan jamu lebih minim efek samping karena obat yang satu ini dibuat dari bahan alami seperti tumbuhan, akar tanaman, daun-daunan, dan buah. Ada juga yang menggunakan bagian dari hewan seperti empedu dan telur.

Misal saja beras kencur, jamu yang sangat familiar di semua kalangan ini hanya terbuat dari campuran kencur, jahe, dan gula merah. Ketiga bahan itupun sudah cukup ampuh untuk mengatasi nafsu makan dan daya tahan tubuh anak-anak. Kesan pahit dalam jamu tidak berlaku untuk beras kencur. Rasanya manis kok.

Mau yang pahit? Ada brotowali dan sambiloto. Keduanya cukup ampuh untuk menurunkan kolesterol kok. Selain itu juga dapat membersihkan darah loh. Oh ya. di jawa tengah dan yogyakarta kedua jamu ini sering disebut paitan (arti indonesia = sesuatu yang pahit).

Jika kamu mempunyai masalah bau badan, tak ada salahnya meminum jamu kunci sirih. Selain itu, jamu yang terbuat dari perpaduan daun kunci dan daun sirih ini juga dapat mengencangkan perut.

Beberapa jamu lainnya ada jamu kunyit asam untuk menurunkan berat badan, mengurangi nyeri haid, dan panas dalam. Ada pula jamu yang dikhususkan untuk kalangan tertentu seperti Ibu menyusui dengan jamu gepyokannya yang terbuat dari kencur, jahe, dan daun katuk untuk memperlancar asi. Bagi yang akan menikah, ada juga jamu khusus calon pengantin, seperti jamu cabai puyang dan jamu rapet wangi.

Selain ragam jenis dan manfaat seperti yang sedikit kita utarakan di atas, jamu juga menyimpan gaya di setiap masanya. Dulu jamu identik dengan mbok jamunya. Di mana jamu dijual oleh kaum perempuan dengan menggunakan gendongan. Berkeliling ke sudut-sudut perkampungan sembari mengucapkan “Jamu-jamune, Bu!”.

mbok-jamu-gendong
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Jamu-jamune, Bu! via picssr.com

Jika ditelisik, istilah mbok jamu berasal dari Kabupaten Sukoharjo. Tepatnya berada dalam satu kawasan sentra penjualan jamu tradisional di Kecamatan Nguter. Nah uniknya setelah cukup sukses di wilayahnya, para mbok jamu ini melebarkan sayapnya ke perkotaan seperti Jakarta, Bogor, Bandung. Semarang, Malang, Kediri dan Surabaya. Bahkan ada yang diluar pulau Jawa seperti Bali dan Lampung loh. Meski di perkotaan, mereka tetap dengan gayanya, menjual jamu dengan cara gendongan.

Saking banyaknya dan suksesnya penjaja jamu tradisional asal Sukoharjo ini, dibuatlah patung jamu gendong. Patung ini sebenarnya terdiri dari dua sosok, yaitu petani dan penjual jamu gendong, namun namanya lebih sering disebut patung jamu gendong.

Nah, Lain dulu, lain sekarang. Jamu gaya masa kini tak hanya dijual keliling, namun disajikan secara lebih praktis melalui kemasan-kemasan. Produk jamu kemasan ini pun beragam, mulai dari isian serbuk hingga siap minum. Sehingga eksistensi gaya jamu asli Indonesia masa kini bisa dinikmati hingga ke luar negeri.

kafe suwe ora jamu
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kafe Suwe Ora Jamu via sugarandspace.com

Selain itu, inovasi gaya jamu masa kini juga hadir secara modern di kafe. Contoh saja salah satu kafe di Jalan Petogogan I nomor 28B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana terdapat kafe bernama Suwe Ora Jamu yang menyediakan berbagai racikan jamu tradisional anti kuno.

gaya jamu masa kini
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Gaya jamu masa kini via instagram/@suweorajamu28

Beberapa pilihan jamu di kafe ini yaitu sari jamu sehat pria, beras kencur, alang-alang, temulawak, kunyit asam, rosella, cabe puyang, jamu cah cilik untuk anak-anak, dan masih banyak lagi. Sambil minum jamu, ada juga makanan yang bisa kamu pesan seperti roti isi, bubur kacang hijau, nasi goreng, nasi bakar, mie, dan aneka camilan lain.

Baca juga: Kopi Joss Hanya Ada Di Jogja? Gak juga!

Oleh karenanya, kita harus bangga dengan warisan minuman khas Indonesia. Lagipula, banyak resep racikan jamu sudah berumur ratusan tahun tetapi masih digunakan secara turun temurun sampai saat ini.

Start typing and press Enter to search

Indonesia Punya Rute Penerbangan TerpendekKhasiat Buah Merah Khas Papua