Jangan Hanya Dihafalkan, Pancasila Perlu Diamalkan!

Siapa yang tak kenal Garuda Pancasila? Burung gagah yang senantiasa terpajang di depan kantor pemerintahan, kelas dan instansi-instansi lainnya itu bukan sekedar pajangan, melainkan sebuah representasi bahwa ialah ideologi bangsa kita, Indonesia. Dengan kata lain, Pancasila merupakan dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Kita harus berterima kasih kepada founding fathers Indonesia. Mereka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah dan berperan dalam perumusan format negara yang salah satunya ya Pancasila.

Kala itu, tepat di tanggal 1 Juni 1945, Presiden Soekarno berpidato perihal dasar negara di hadapan anggota Dokuritsu Junbii Chosakai (BPUPKI) setelah dua hari sebelumnya anggota BPUPKI seperti Mr. Muhammad Yamin dan Prof. Dr. Mr. Soepomo mengemukakan pendapatnya.

Sidang BPUPKI
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Sidang BPUPKI menjadi cikal bakal Pancasila via perpustakaan.id

Secara spontan, Ir. Soekarno mengemukakan dasar-dasar negara yakni Kebangsaan Indonesia, Internasional atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pidatonya itu, beliau memberikan judul “Lahirnya Pancasila”. Kemudian beliau mengemukakan alasan dibalik judul itu.

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila yang berarti azas atau dasar, dan di atas lima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah rundingan demi rundingan dilakukan, para anggota membentuk panitia khusus untuk merumuskan rancangan Pancasila yang dikemukakan Soekarno hingga pada akhirnya rumusan-rumusan tersebut tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yang dikenal hingga saat ini.

Di dalam lima sila tersebut sudah terangkum prinsip-prinsip yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Kelima prinsip inilah yang seharusnya menjadi nafas bagi seluruh rakyat Indonesia guna mewujudkan cita-cita founding fathers. Bisa dikatakan, Pancasila jangan sekedar dihafalkan dan disuarakan saat upacara-upacara formal. Terlebih di hari lahir Pancasila ini jangan hanya perayaan semata. Namun harus betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh rakyat Indonesia.

Lantas, bagaimana cara mengamalkan Pancasila di tengah arus globalisasi saat ini?

gotong royong sebagai nilai utama pancasila
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Gotong royong sebagai nilai utama Pancasila via pagutan-mandiri.blogspot.com

Secara sederhana kita dapat melakukan amalan-amalan Pancasila dengan cara membeli produk-produk dalam negeri, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, jujur dalam bertindak, merawat alam Indonesia, menghilangkan segala bentuk isu sara, fitnah, ujaran kebencian, berita bohong (hoax), melawan diskriminasi, anti korupsi, menjunjung tinggi toleransi, menghilangkan gengsi atas pembenaran-pembenaran kelompok yang dibelanya dan pastinya senantiasa bangga Indonesia serta melestarikan budaya-budaya bangsa.

Baca juga: Menelisik Arti Pahlawan Masa Kini

Kita juga harus meminimalisir bahkan menghilangkan kegengsian untuk cinta Indonesia. Bangsa lain saja iri dengan kekayaan Indonesia. Lantas, kenapa kita masih acuh tak acuh terhadap bangsa sendiri. Maka dari itu kita harus lebih mencintai Indonesia dibanding mereka. Terpenting, jadilah pendukung Garuda Pancasila yang setia! Jangan suka mencemooh bangsa sendiri. Apalagi mencoba mencederai ideologi atau mencoba membuat ideologi baru.

Kita juga harus ingat pidato Bapak Proklamator Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang menyatakan,

…. Saya tidak merasa membuat Pancasila. Dan salah sekali jika ada orang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno…. Saya sekadar menggali di dalam bumi Indonesia dan mendapatkan lima berlian, dan lima berlian inilah saya anggap dapat terus menghiasi tanah air kita ini dengan cara seindah-indahnya… Saya menggali di dalam buminya rakyat Indonesia dan saya melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu hidup lima perasaan.

Semoga berlian yang dimaksudkan selalu cemerlang. Semangat Pancasila berkobar dalam seluruh rakyat Indonesia, terutama anak muda sebagai generasi-generasi penerus bangsa. Nyatakan dalam diri masing-masing “Saya Indonesia, Saya Pancasila!”

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Start typing and press Enter to search

desainer mobil vwKhansa Syahlaa, Pendaki Cilik Penakluk 7 Gunung Tertinggi di Indonesia