Jogja Itu Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan

Yogyakarta atau lebih dikenal Jogja merupakan salah satu wilayah Indonesia yang sering dijadikan tempat wisata karena keistimewaannya. Saking istimewanya wilayah ini, tak jarang turis-turis asing selalu kita jumpai di setiap sudut kota Jogja. Bahkan kang Joko Pinurbo pun sampai mengeluarkan pendapat bahwa Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Kalau kita usut lebih jauh sepertinya pendapat beliau itu memang benar juga.

Mengapa tidak, setiap meninggalkan kota ini pasti ada rasa rindu ingin kembali. Ya, rindu akan suasana kotanya dan rindu akan keramahan orangnya. Kok bisa ya, Yogyakarta itu menyita perhatian banyak orang?? Menurut beberapa sumber, terkenalnya Jogja itu dikarenakan banyak spot-spot menarik yang cocok untuk nguliner dan juga cocok untuk tempat nongkrong. Salah satunya yaitu Malioboro.

Di Malioboro terdapat bermacam-macam penjual yang menjajakan dagangan mereka berupa makanan dan minuman sampai cinderamata. Kadang-kadang jika beruntung, kamu akan disuguhi penampilan menarik dari para pengamen yang mengais rejeki di sana. Tapi ingat jangan lupa warung-warung pinggir jalan juga layak untuk dicoba. Lumayan lah buat melepas lapar dan dahaga sembari bercengkrama dengan si penjualnya. Hehehe… 😀

Jogja
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Jogja Berhati Nyaman via Hipwee

Untuk mencapai lokasi Malioboro sebenarnya sih ada banyak jalur. Akan tetapi lokasi yang sering dilewati itu berada di Jalan Margo Utomo melewati Stasiun Tugu Yogyakarta. Apabila melewati jalan ini pasti akan melihat beraneka ragam angkringan yang menjajakan kopi joss dan aneka macam nasi bungkus. Nah bagi pelanggan di sekitaran sini kemungkinan besar tidak asing lagi dengan sebutan kopi joss. Tapi bagaimana dengan pendatang baru??

Apakah mereka mengenal sebutan Kopi Joss?? Sekilas informasi saja bahwa kopi joss itu merupakan sejenis kopi yang biasa kita seduh dan di dalamnya terdapat arang khusus untuk menambah cita rasa. Konon nama “Joss” itu berasal dari bunyi-bunyian arang panas ketika dimasukkan ke dalam kopi. Loh kok arang dimasukkan ke dalam kopi?? Apakah tidak kotor?? Tenang, arang yang dipakai bukanlah arang sembarangan dan bisa dipastikan kalau arang jenis ini tidak akan mengotori kopi si pelanggan.

Oh iya selain kopi joss, pernahkah kamu mendengar nama “Wedang Blankon”?? Apa itu Wedang Blankon? Eitss tunggu dulu, Wedang Blankon disini bukan berarti sejenis minuman yang dituang ke dalam blankon melainkan minuman rempah-rempah khas Jogja yang dicampur dengan gula aren. Kamu tak perlu khawatir dengan khasiat minuman ini. Banyak para tester yang sudah ketagihan mencobanya.

Jogja
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Tugu Yogyakarta via Hipwee

Mereka percaya minuman ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, apalagi ketika diserang masuk angin. InshaAllah masuk anginnya bakalan kabur, hehehe… 😀 Pasti dibenak para penikmat kopi muncul pertanyaan apakah disini juga tersedia kopi?? Tenang-tenang, selain menyediakan wedang blangkon, tempat ini juga melayani para pemburu kopi. Kamu bisa memilih bermacam-macam menu wedang blangkon dan aneka jenis kopi di daftar menu yang tersedia.

Tinggal tunjuk aja nomer berapa menu yang dipilih. Kemudian si empunya akan meracikkan pesanan pilihan kamu. Iya kamu 😀 Nah, bagi kamu pendatang baru kami rekomendasikan untuk mencicipi minuman ini, dijamin ketagihan. Kalau masih nggak percaya, coba deh datangi Kompleks Perumnas Condongcatur saat malam hari. Disana bakalan ada ruko kecil yang menjual Wedang Blangkon. Kan tidak ada salahnya juga mencoba. 😀

Ngomong-ngomong dari tadi cuma bahas minuman terus ya? Hehehe, oke oke sekarang gantian ngomongin makanan dah. Daripada ngomongin tetangga mendingan ngomongin makanan. Dosa tau ngomongin tetangga 😀 Eh apa sih? Sudah sudah jangan ribut, malu tau didengar tetangga. 😀 Oh iya ya, fokus fokus. Okelah kali ini kita akan membahas seluk beluk makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda.

Ingat nangka muda bukan mamah muda. Eh apa lagi ini? 😀 Kalau dilihat dari ciri-cirinya, makanan tersebut menjurus ke makanan Gudeg. Ya, memang benar makanan itulah yang kami maksud. Mungkin sebagian masyarakat menganggap Gudeg itu hanya ada satu jenis saja tapi lain halnya dengan hasil survey kami. Dari hasil survey kami membuktikan bahwa kuliner khas Jogja ini terbagi menjadi tiga macam.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Gudeg Yu Djum via JogjaStreet

Diantaranya yaitu Gudeg Basah, Gudeg Kering, dan Gudeg Manggar. Apa itu gudeg basah, apa itu gudeg kering, dan apa itu gudeg manggar?? Sabar, satu per satu dulu kita bahas. Tapi pertama-tama kita akan membahas seluk beluk tentang Gudeg Basah. Sesuai dengan namanya, Gudeg jenis ini suka sama yang basah-basah 😀

Lihat saja cara penyajiannya. Gudeg ini biasa disajikan dengan kuah santan yang gurih beserta telur pindang dan sambal goreng krecek. Sangat cocok untuk menu sarapan pagi. Nah, jika berniat mencobanya kamu bisa menemukan penjual gudeg ini di sepanjang Jalan Kaliurang kawasan Barek, terus Gudeg Batas Kota juga ada (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) atau ibu-ibu penjual gudeg.

Oke lanjut ke Gudeg Kering. Jenis gudeg yang kedua ini biasa dimasak lebih lama daripada Gudeg Basah. Hal itu bertujuan untuk mengeringkan kuahnya dan mengubah warna gudeg menjadi kecoklatan. Kalau dinilai dari segi rasa juga lebih manis Gudeg Kering dan daya tahannya bisa mencapai 24 jam bahkan bisa lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es. Selain rasanya yang enak cara pengemasan gudeg ini juga dianggap unik. Para penjual sengaja menggunakan besek atau kendil dari tanah liat guna menghemat biaya dan melestarikan kebiasaan pendahulu mereka.

Namun tak semua penjual memakai cara seperti itu, ada juga sih yang mengemasnya dengan kotak kardus pembungkus makanan. Nah jika kamu berminat mencicipi gudeg ini, lokasi penjualannya dapat ditemukan di Jl. Palagan Tentara Pelajar 102 (Gudeg Yu Narni), Jl. Kaliurang KM 4,5 Karang Asem CT III/22 (Gudeg Yu Djum), Jl. Kaliurang KM 4,5 (Gudeg Bu Ahmad), dan Jl. Janti 330 (Gudeg Bu Tjitro 1925). Di sentra-sentra gudeg tersebut kamu akan menjumpai aneka menu tambahan yang bisa dicampur dengan gudeg pesananmu.

Eitss jangan lupa, masih ada satu gudeg lagi yang belum kita bahas. Ya, kebanyakan orang sering menyebutnya dengan sebutan Gudeg Manggar. Manggar disini merupakan nama lain dari Bunga Kelapa. Jadi, bunga kelapa itu bisa dikatakan sebagai bahan baku pembuatan Gudeg Manggar. Untuk soal rasa, gudeg ini memiliki cita rasa yang khas tak kalah dengan gudeg-gudeg lainnya. Sekilas rasa tangkai manggar ini mirip seperti jamur tiram dan manggarnya sendiri terasa gurih-gurih renyah.

Cocok untuk buah tangan keluarga di rumah. Namun sayang, persediaan manggar saat ini dirasa kurang melimpah sehingga pencarian kuliner ini jadi semakin susah. Padahal rasanya sangat menggoda di lidah. Bahkan beberapa penjual terpaksa menutup warung mereka dan hanya melayani saat ada pemesanan saja. Sangat disayangkan bukan?? 🙁 Untuk lokasi pemesanannya, silahkan kunjungi kawasan sekitar Bantul.

Nah, sekarang bagaimana?? Apakah masih nggak percaya kalau Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan?? Hehehe 😀

Start typing and press Enter to search

kenapa internet indonesia lemotkopi joss di surabaya