Jogja Menjadi Kota Relawan Pertama di Indonesia

Akhir-akhir ini, masyarakat kota Jogja sedang berbangga hati. Terlebih yang mengakui dirinya seorang relawan, rela berbuat kebaikan tanpa imbalan.

Pasalnya, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mendeklarasikan Yogyakarta atau kota Jogja sebagai Kota Relawan pada peringatan pertama International Volunteer Day (IVD) di kawasan Titik Nol Kilometer.

Tentu, dalam pengukuhan ini telah melalui proses pertimbangan dari berbagai pihak. Kementrian Sosial pun memiliki beberapa alasan untuk memperjelas kenapa harus Yogyakarta yang mendapat gelar kota relawan pertama di Indonesia. Alasan tersebut meliputi.

Satu, Jogja mempunyai 189 komunitas relawan yang rata-rata anggota per komunitasnya berjumlah 50 orang. Dengan jumlah tersebut tak dapat dipungkiri bahwa alasan ini memperkuat Jogja sebagai kota relawan pertama. Karena barometer kota relawan adalah seberapa banyak komunitas relawan di daerah tersebut. Namun, banyaknya komunitas relawan harus sebanding dengan tingkat ketanggapan relawan. Begitu pun, tanggapnya relawan harus sudah dibekali SOP (standar operational procedure) yang mumpuni.

penandatanganan jogja sebagai kota relawan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Menteri Sosial dalam deklarasi Jogja menjadi kota relawan pertama di Indonesia via liputan6.com

Dua, skill relawan terutama yang berbasis tagana (tanggap bencana) di Jogja sendiri sudah menyiapkan standar operational procedure (SOP) di titik kerawanan bencana dengan spesifikasinya. Jadi, tagana bukan relawan abal-abal. Untuk menjadi tagana harus mengikuti proses pelatihan yang ‘advance’.

Contoh nyatanya ada di Cangkringan Sleman. Di sana ada 1.500 sahabat tagana yang sudah memperoleh pelatihan spesifikasi kebencanaan yang bisa dibuktikan pada peristiwa gempa bumi 2006 dan erupsi Merapi 2010 silam. Dimana proses rehabilitasi, rekonstruksi, dan terapi psikososial pascabencana yang dilakukan tercepat di dunia.

Selain itu, masyarakat Jogja adalah suku Jawa yang notabenenya memiliki hati kalem dan penuh rasa. Dengan sifat tersebut membuat kebersamaan dan gotong royong dalam hal kerelawanan sosial masyarakat di Jogja tumbuh dengan baik.

Baca juga: Jogja Itu Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan

Bahkan kesukarelawanan serta keikhlasan masyarakat Jogja sudah teruji sejak bangsa ini belum merdeka. Hal itu berkaca pada masa penjajahan, Belanda meninggalkan Jogja karena kegigihan dan kebersamaan masyarakatnya.

Jadi dengan alasan tersebut, Jogja tak hanya dijuluki sebagai kota pelajar maupun kota budaya. Tetapi juga bisa dijuluki sebagai kota relawan pertama di Indonesia.

Start typing and press Enter to search

timnas selangkah lagi ke final piala aff 2016Timnas Indonesia ke Final Piala AFF 2016