Kini Pulau “Terdepan RI” Miangas Punya Bandara

Kabar gembira datang dari ujung utara Indonesia. Ya, tepatnya di pulau terluar Indonesia. Pulau yang dulunya diperjuangkan. Kenapa? Karena pulau yang nyatanya milik Indonesia itu dimasukkan dalam peta Filipina di jejaring Google Maps pada tahun 2015 silam. Mungkin banyak yang belum tahu dimana tepatnya Pulau Miangas kan? Daripada pusing dimana letaknya, berikut spoiler petanya.

Terbukti kan? Kalau Pulau Miangas bisa dikatakan pulau terisolasi di Indonesia karena berada di tepi samudera pasifik dan jaraknya yang lebih dekat dengan Pulau Davao, Filipina (± 42 mil laut). Atau berbatasan langsung dengan Mindanao-Filipina. Saking terisolasinya, Jika gelombang laut sedang tinggi, masyarakat hanya bisa berdiam di pulau. Begitu juga sebaliknya, kapal-kapal juga urung merapat. Bahkan kalau air pasang sedang meninggi bisa menjangkau hingga 200 meter ke daratan loh.

Selain terisolir nampaknya Pulau Miangas juga termasuk pulau tertinggal. Kenapa? Karena Pulau Miangas yang terbentang sejauh 320 mil laut dari Kota Manado, Sulawesi Utara tidak mendapatkan akses yang lebih, tidak mendapatkan disribusi logistik yang cukup, fasilitas yang serba terbatas. Inilah yang akhirnya Miangas tertinggal.

Padahal jika kamu ingin lebih tahu mengenai kehidupan di Miangas, semangat pendidikan di sana sangat tinggi. Harapan begitu besar. Mendambakan kemudahan akses agar perekonomian Miangas lebih terangkat.

Semangat pendidikan di Pulau Miangas
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Semangat pendidikan di Pulau Miangas via http://blj.co.id

Sebagai wujud nyata atas harapan tersebut, kini negara hadir untuk mereka. Ya, setelah empat tahun bandara Miangas dibangun yakni tepatnya pada tahun 2012. Hari ini Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan bandara baru Miangas.

bandara-miangas
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bandara miangas tampak atas via http://nusakini.com

Bandara Miangas sendiri memiliki ukuran landasan 1.400 m x 30 m yang dapat didarati pesawat sejenis ATR-72, apron untuk 3 unit pesawat seluas 130 m x 65 m dengan luas gedung terminal 356 meter persegi. Total dana yang dihabiskan mencapai Rp 320 miliar. Presiden berharap kehadiran Bandara Miangas dapat menghubungkan wilayah Talaud, Tahuna, Kepulauan Siau, dan Manado.

Pak Jokowi pun menginginkan masyarakat di perbatasan dan pulau-pulau terluar tetap bangga menjadi warga negara Indonesia. Ia mengutarakan seperti ini

Kita tunjukkan kepada negara tetangga bahwa beranda depan Indonesia itu daerah yang dirawat dan dibangun!

Kabar kebanggaan lagi bukan? Selain ini menjadi suatu kebanggaan, jangan lupa berikan perhatian kepada Miangas. Karena mereka juga saudara kita yang semoga saja dengan adanya bandara baru dapat mengangkat perekonomian, kemudahan akses, dan kesejahteraan.

Sebagai penutup, kita berikan quote dari para tokoh masyarakat Miangas untuk menggairahkan kedaulatan Republik Indonesia.

Sekalipun di ujung, kami tetap cinta Indonesia

 

Start typing and press Enter to search

basmi pungli tanpa basa-basiSambut Asian Games, Palembang Garap Destinasi Wisata Religi