Komodo, Naga Yang Masih Hidup Di Indonesia

Komodo adalah satwa asli Indonesia.

Si komodo ini merupakan spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Ia hewan yang langka dan unik karena dianggap sebagai warisan jaman prasejarah yang masih hidup.

Kadal terbesar ini memiliki panjang 2-3m dengan berat 150 kg, bisa hidup selama 50 th lebih, ahli memanjat pohon, kecepatan lari sekitar 20 km/jam bahkan bisa berenang loh.

Namun lari dan berenangnya yang lincah hanya bisa lurus kedepan. Untuk belok-berbelok memang reptil yang satu ini agak kesulitan akibat bobot badannya. Apabila ia berbelok agak menurunkan kecepatannya. Jadi, apabila dikejar sama hewan yang satu ini cukup berlari secara zig-zag ya…

Komodo termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera. Sehingga hewan ini termasuk karnivora (pemakan daging) seperti babi hutan, rusa bahkan kerbau. Walaupun pada kenyataannya lebih banyak memakan bangkai hewan daripada hewan yang masih hidup.

Sejarahpun mencatat ada korban manusia yang tewas dimangsa komodo, yaitu seorang peneliti dari Swiss, Baron Rudolf Von Reding Biberegg, ‘hilang’ di Pulau Komodo pada th. 1974.

Gigitan komodo memang sangat mematikan. Korban yang digigit mungkin bisa melepaskan diri untuk sementara. Namun dalam waktu 24 jam setelah gigitan, korban akan mati. Air liur beracunnya mempercepat korban kehilangan darah, menurunkan tekanan darah dan akhirnya mati. Komodo akan dengan cepat menemukan korban hasil gigitannya tersebut dengan penciumannya yang tajam melalui lidah bercabang yang menjulur. Anehnya, gigitan antar komodo justru tidak mematikan. Ini dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya yang telah dirancang anti terhadap racunnya sendiri.

Apabila kita berkunjung ke salah satu pulau diatas, setelah keluar dari kapal pasti diperingatkan bahwa komodo itu binatang yang gak ada ramah-ramahnya sedikitpun, jadi jangan berusaha untuk sok dekat, apalagi ngajak selfie! Pengunjung juga tidak boleh jauh-jauh dari ranger karena hanya ranger yang membawa senjata untuk mencegah komodo menyerang manusia, berupa tongkat kayu bercabang. Ranger juga memperingatkan supaya tali kamera tidak dibiarkan menjuntai ke bawah supaya tidak menarik perhatian komodo.

Daripada menarik perhatian hewan lebih baik menarik perhatian gebetan… Ehem..

Dengan keganasan tersebut memang Komodo juga sering disebut si naga purba (english : comodo dragon). Warga lokal menyebutnya ‘Ora’ yang artinya juga naga. Dikenal pula sebagai dinosaurus terakhir yang hidup di bumi. Ia merupakan satu-satunya naga / dinosaurus yang masih hidup dan hanya terdapat di Indonesia. Komodo dapat disebut hewan purba (kelompok dinosaurus) karena menurut penelitian, komodo telah ada 40 juta tahun yang lalu.

Penelitian menunjukkan bahwa satwa yang satu ini mempunyai kekerabatan jauh dengan dinosaurus, tepatnya spesies Mosasaurus yang merupakan reptil laut yang telah punah sekitar ratusan juta tahun lalu.

Keren bukan? 

Meskipun begitu hewan kesayangan Indonesia ini termasuk hewan yang terancam kepunahannya. Spesies kebanggaan Indonesia ini dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List. Sebuah daftar merah kepunahan spesies dunia.

Sekitar 4.000–5.000 ekor diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor). Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berkembangbiak.

Duh betapa sedihnya si jantan harus berebut si betina. Yang gak dapat galau dong… 😀

Penyebab rawan kepunahannya dikarenakan oleh perburuan liar yang tidak bertanggung jawab, habitat yang rusak, perkembangbiakannya yang lambat, meningkatnya pariwisata dan rantai makanannya yang tak seimbang.

Bertolak dari kekhawatiran ini, pada tahun 1980 Pemerintah Indonesia menetapkan berdirinya Taman Nasional Komodo untuk melindungi populasi komodo dan ekosistemnya di beberapa pulau termasuk Pulau Komodo, Rinca, dan Padar. Selain itu UU mengenai fauna ini diperkuat. Hukuman perburuan diperberat. Dan sebagainya.

Pemerintah Indonesia telah berusaha menyelamatkan populasi reptil yang satu ini. Mari kita bantu meng-kampanyekan bahwa Komodo, si hewan khas Indonesia ini jangan sampai diburu, dipelihara pribadi dan apabila ingin berkunjung ke pulau-pulau komodo di NTT, jangan lupa menjaga lingkungannya. Jangan sampai merusak lingkungannya, buang sampah ditempatnya dan jangan mengganggu kehidupannya.

Oh ya, jangan lupa bagikan tanggapan kamu mengenai binatang ini. Apa yang ada dipikiran kamu ketika mendengar hewan kuno ini? Apakah kamu tahu hewan kuno lainnya yang masih hidup sampai sekarang? Yuk tulis di kolom komentar di bawah.

Kita Bangga Fauna Indonesia, Kita Bangga Indonesia 🙂

 

Start typing and press Enter to search

tenun lurik khas klaten