Melirik Charger Ponsel Tanpa Listrik Karya Mahasiswa UGM

Tak bisa dipungkiri bahwa perkembangan dunia teknologi semakin hari semakin gila. Terlebih mengenai perkembangan dunia ponsel atau sekarang lebih gaulnya dibilang ‘smartphone’. Mulai kelas atas perkantoran, sekolahan hingga orang di warteg pun menggenggam ponsel ibarat menggenggam dunia. Bak magnet dalam telapak tangan gitu.

Namun, sangat disayangkan jika perkembangan ponsel belum sejalan secara sempurna sesuai kampanye ‘GreenWorld’ yang digembor-gemborkan, mengingat alam kita semakin kritis energi. Bahkan cadangan energi nasional kita semakin terbatas, dan terancam mengalami krisis bila program energi terbarukan pemerintah tak digenjot cepat. Padahal konsumsi energi dari perangkat gadget sendiri semakin banyak seiring masifnya produksi dan penggunaan gadget tersebut.

Jujur saja, Seberapa sering konsumsi energi dari pengisian daya smartphonemu? Dua hari sekali, satu hari sekali atau berapa?… Sering kan?

Nah, berawal dari keresahan tersebut, tiga mahasiswa Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik (FT) UGM mengembangkan inovasi teknologi photovoltaic sebagai alternatif charger ponsel masa depan. Jika biasanya charger menggunakan energi sumber listrik, di tangan kreatif Yofrizal Alfi, Marwan Muansher dan Norwenda Tri Harnas ini charger ponsel dikembangkan menggunakan sinar matahari. Inputannya bisa dibilang charger ponsel tanpa listrik. hehe

Lebih tepatnya mereka menggunakan system photovoltaic (sel yang bisa mentrasfer energi cahaya atau matahari menjadi energi listrik). Sistem ini pun diklaim memungkinkan pengguna untuk dapat mengisi daya khususnya smartphone pada setiap saat tanpa menghasilkan emisi bagi lingkungan. Wow…

chas cha sun charger tenaga surya karya mahasiswa ugm
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

‘Chas Cha Sun’ sedang dikembangkan tuh.. (Foto: Humas UGM)

Uniknya lagi, mereka menamakan chargernya Chas Cha Sun (Dibaca Indonesia : Cescesan). Sekilas tulisannya ala China ya, tapi ketika dibaca kesan ‘Jawa’ nya keluar. Haha.. Jadi, jika sudah beredar di pasaran jangan kamu anggap barang dari China. 100% asli Indonesia kok.

Selain itu pengembangan Chas Cha Sun juga menjadi upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknologi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Chas Cha Sun sendiri dirancang dalam bentuk sederhana dan bersifat portable. Menggunakan photovoltaic dengan dimensi yang relatif kecil.

Rangkaian tersebut, lalu disatukan menggunakan engsel sehingga bisa dilipat dan dapat dibawa kemanapun. Pemakaian daya alat ini juga dapat diatur sendiri oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan dari perangkat yang dimiliki. Jadi, tetap go mobile no ribet deh.

Kalau dilihat-lihat potensi pasar teknologi semacam ini cukup greget, di mana potensi energi matahari sangat besar di Indonesia dan belum dimanfaatkan secara optimal.

(Baca Juga : S.ID, URL Shortener Asli Buatan Indonesia)

Buat kamu yang ingin menjajal charger ponsel tanpa listrik karya mahasiswa UGM ini harap bersabar ya. Mengingat masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Tentunya kita berharap dan optimis, kedepannya bisa diproduksi dan digunakan secara massal untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Apalagi ini ramah lingkungan. Tagihan listrik bisa berkurang deh.

 

Start typing and press Enter to search

menelisik arti pahlawan masa kini