Menelisik Arti Pahlawan Masa Kini

Puluhan tahun kita telah mengenang pahlawan. Pembelajaran mengenai tokoh-tokoh pahlawan pun juga telah diberikan di ilmu sejarah saat mengenyam pendidikan. Dan apa yang kita kenang maupun mempelajari sejarahnya tersebut hampir selalu sama, yakni tentang tokoh para pejuang mengusir penjajah. Para  pejuang yang rela berkorban demi tegaknya NKRI.

Dulu gelar kepahlawanan bisa ada karena dari suatu kondisi di mana ada musuh bersama yang harus dilawan. Kita pun dapat dengan mudah menyebut puluhan, ratusan bahkan ribuan lebih orang yang layak disebut sebagai pahlawan dari masa itu. Baik itu diakui oleh pemerintah maupun tidak.

Seiring roda berputar, Indonesia telah merdeka. Namun kita akan kesulitan bila harus menyebut siapa yang layak disebut pahlawan masa kini karena pelajaran kita tentang pahlawan adalah berasal dari perlawanan atas musuh bersama yang bernama penjajahan. Sedangkan di era kemerdekaan ini, siapa yang kita lawan? Siapa yang menjadi musuh kita bersama?

Tentu lawan kita bukan negara lain, bukan kelompok asing, bukan pula teroris. Namun sesungguhnya kita dihadapkan pada bangsa sendiri. Ya, lawan kita sekarang adalah bangsa kita sendiri. Ini jauh lebih gawat loh. Kok bisa? Wah mau provokasi nih.

Sebentar, jangan menarik kesimpulan tergesa-gesa. Mari kita renungkan terlebih dulu. Cerna arti pahlawan masa kini dengan baik-baik. Oke? Yuk kita mulai lagi.

Karena stigma pahlawan adalah seseorang yang rela berkorban untuk kepentingan negara ataupun melindungi orang-orang seperti dalam film superhero dan semacamnya. Maka mencari pahlawan saat ini bisa dikatakan sulit. Rasa rela berkorban yang amat penuh bagi negaranya juga sudah berkurang. Sekarang lebih bergeser ke (konteks) hanya sibuk memperjuangkan kepentingan sendiri atau golongannya di atas kepentingan NKRI.

mencari pahlawan masa kini
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Mencari pahlawan masa kini

Melihat fenomena kelangkaan pahlawan tersebut jadi teringat perkataan Bung karno dahulu dimana beliau berkata,


“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”


Seolah Si Bung sudah menyiratkan sejak dahulu bahwa akan tiba masa di era Indonesia merdeka dimana sesama anak bangsa akan saling memandang sebagai lawan karena adanya konflik kepentingan. Musuh bersama sulit didefinisikan karena orang-orang di dalam Indonesia sendiri saling bermusuhan dan pada akhirnya kepentingan bersama pun menjadi korban.

Misalnya saja yang baru hangat saat ini di banyak media. Tak usah kita sebut mengenai apa pasti kamu juga sudah mengerti. Seperti saling kekeh mendukung si A, si B dengan menghalalkan segala cara. Dengan provokasi, adu domba, menyebarkan informasi-informasi yang tidak kredible (hoax) dan sebagainya.

Mari kita ubah konteks pahlawan masa kini. Dimana tak usah berperang, tak usah saling melawan. Tetapi kita menarik benang kesimpulan yang diartikan pahlawan masa kini ialah


Seorang yang hadir bukan untuk melawan tetapi berkawan. seorang yang mampu merangkul dan menyatukan seluruh komponen bangsa karena musuh bersama tak akan ada tanpa kita terlebih dahulu bersama.


Perlu diketahui bahwa kepentingan bersama hanya akan menjadi dongeng indah di masyarakat yang terpecah-belah. Pada intinya yang perlu digarisbawahi adalah “Pahlawan saat ini bisa kita semua yang mendedikasikan dirinya untuk mencari kawan” Karena, dengan kawan yang bersatu akan mendapat ilmu baru, pengalaman baru, rasa toleransi, simpati, empati bercampur menjadi satu. Tanpa merasa ada musuh di lubuk hatinya. Untuk itu kita sebagai generasi muda harus menjaga kemerdekaan, menghormati perbedaan, dan saling bahu-membahu membangun bangsa.

Selain itu isyarat yang diucapkan Soekarno juga mengandung pengertian bahwasanya melawan bangsanya sendiri bisa merujuk pada konteks melawan kebodohan, melawan kemiskinan, dan melawan-melawan lain yang kaitannya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Misalnya saja pada konteks melawan kebodohan, ada satu istilah seperti ini

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.”

Ya, jasa-jasa guru memang besar. Dedikasinya semata untuk melawan kebodohan. Tujuannya agar masyarakat harus mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Terlebih untuk kamu sebagai generasi muda saat ini.

Oh ya, kita juga bisa disebut pahlawan dengan hadir mengharumkan nama Indonesia di bidang masing-masing. Secara tidak langsung dengan nama harum tersebut akan menginspirasi banyak orang dan tentunya mendapatkan banyak kawan, bukan lawan.

Secara garis besar perbedaan pengertian pahlawan dulu dengan sekarang adalah…

Dulu kita butuh pahlawan yang mengajak untuk melawan tetapi sekarang rasanya lebih dibutuhkan pahlawan yang mengajak untuk berkawan. Selamat Hari Pahlawan, mari tunjukkan bahwa jika kita mampu bersatu memperjuangkan kemerdekan, kita juga bisa merawat Indonesia secara bersama seperti impian para pahlawan yang telah tiada.

Nah menurut kamu sendiri bagaimana? Apa arti pahlawan masa kini bagimu? Bagikan pendapatmu di kolom komentar bawah ya.

Start typing and press Enter to search

Para Pemuda Kreatif Ini Tunjukkan Nasionalisme Masa KiniCharger Ponsel tanpa listrik Karya Mahasiswa UGM