Mengenal Jim Geovedi, Hacker Indonesia Pengendali Satelit

Sepak terjang Jim Geovedi mungkin hanya sebagian orang yang tahu. Sebagian orang itu berasal dari pakar-pakar IT di berbagai negara. Mereka telah mengenal sosok hacker ini sudah lama. Kemampuan dia juga pantang dianggap sebelah mata. Lantas, kemampuannya apa?? Seorang Jim Geovedi punya kemampuan mengubah sistem orbit satelit untuk menguji keamanan.

Kalaupun mau, dia bisa mengontrol lalu lintas data internet di seluruh Indonesia. Dia juga bisa mencuri berbagai informasi keuangan, mengawasi sistem pemerintahan, serta sistem-sistem lainnya yang ada di nusantara. Tahun 2004, Geovedi pernah dimintai bantuan oleh KPU untuk mencari tahu siapa pelaku peretasan server penghitungan suara Pemilu dan akhirnya berhasil. Seorang hacker bernama Dani Firmansyah berhasil ditangkap karena terlibat peretasan itu.

Untung saja, seorang Jim Geovedi tidak ingin menyalahgunakan kemampuannya untuk aksi kejahatan. Sekarang ini, Geovedi bekerja sebagai pakar keamanan IT pada suatu perusahaan dan menjadi pembicara saat pertemuan para hacker. Tahun 2003 di Kuala Lumpur, ketika sistem wireless baru masuk ke Indonesia ia sudah diminta menjadi pembicara tentang bahaya sistem tersebut.

Kutipan Jim Geovedi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Menurut web DW.COM, Jim Geovedi mengaku pernah meretas dua satelit dari Indonesia dan Cina milik para kliennya. Saat itu, ia diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit dan melihat adanya kemungkinan untuk menggeser atau mengubah arah rotasi. Ia sempat menggeser orbit satelit Cina yang membuat kliennya panik. Mengembalikan orbit suatu satelit bukan persoalan gampang. Namun dengan didukung bahan bakar ekstra, satelit tersebut akhirnya berhasil dikembalikan ke jalur semula. Sedangkan nasib satelit Indonesia, Geovedi mengaku hanya mengubah rotasinya saja. (Sumber : Wikipedia)

Yang menarik dari kepribadian sosok hacker ini adalah dia tidak terlalu berlebihan soal urusan materi ataupun tentang sorotan publik. Kemampuannya saja sudah membuat ia ‘kaya’ apalagi terjun ke dunia hitam para hacker. Dia lebih memilih menjadi white hat daripada black hat yang tiap harinya dibayangi rasa takut bahkan rasa bersalah. Resiko jadi black hat memang begitu, dibayangi rasa takut. Takut dikejar-kejar pihak berwajib dan kadang harus menanggung malu ketika tertangkap.

Baca juga Alva Jonathan, Overclocker Indonesia Yang Berkelas Dunia

Namanya godaan itu pasti ada. Tetapi, Geovedi lebih memilih jadi white hat dan mengaku tidak terlalu interest berlebihan soal materi (Dikutip dari web DW.COM). Dia bersyukur atas apa yang dipunya. Dengan kapasitasnya, ia bisa mengontrol trafik internet seluruh Indonesia bahkan mengubah informasi perbankan kapan pun ia mau. Namun, tetap saja Geovedi menolak menggunakan kemampuannya untuk tindak kejahatan.

Kita juga harus bersyukur masih ada orang Indonesia katakanlah ‘Dewanya Para Hacker’ tidak mau berbuat jahat di dunia IT. Syukur-syukur kalau ada orang atau kelompok seperti Jim Geovedi, mungkin Indonesia lebih dihormati hacker-hacker lain. Hehehe 😀

Start typing and press Enter to search

Alva Jonathan Overclocker Indonesia Berkelas Duniavokalis GamelAwan