Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Sumpah Pemuda

88 tahun berlalu. Momentum di mana komitmen pemuda-pemudi Indonesia bangkit dari penjajahan. Hari di mana pemuda berkumpul dan sepakat mengikrarkan satu komitmen untuk mempersatukan Indonesia. Untuk menggairahkan semangat nasionalisme ke seluruh penduduk Indonesia.

Ya, Hari tersebut dikenal sebagai hari Sumpah Pemuda. Singkat cerita, pada 28 Oktober 1928, di Gedung Indonesiche Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta, perwakilan para pemuda dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul. Perkumpulan saat itu merupakan lanjutan dari kongres I yang dilakukan 2 tahun sebelumnya. Kongres Pemuda I diadakan di Batavia [kini Jakarta] pada  30 April sampai 2 Mei 1926 oleh Jong Indonesia Kongres Komite yang dipimpin oleh Tabrani. Namun kongres tersebut belum mencapai hasil yang diinginkan sehingga diadakanlah perkumpulan lagi.

Baca juga (Para Pemuda Kreatif Ini Tunjukkan Arti Nasionalisme Masa Kini)

Rapat pada hari itu menghasilkan tiga rumusan penting. Rumusannya dikenal sebagai “Sumpah Pemuda”.

Pertama:

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. [Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia].

Kedoea:

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. [Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia].

Ketiga:

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. [Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia].

Daripada pusing-pusing, simak infografis berikut agar kamu mudah memahaminya.

infografis sumpah pemuda
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Oh iya, dalam peristiwa kongres pemuda, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Soepratman diperdengarkan dan dipublikasikan pertama kalinya pada surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu tersebut adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

Tapi menurut literasi sejarawan terdapat fakta terpendam bahwa sebenarnya nama “Sumpah Pemuda” merupakan hasil modifikasi Mohammad Yamin yang mengaggap bahwa putusan kongres dengan penamaan “Ikrar Pemuda” kurang sensasional. Perlu dibumbui dengan kosa kata yang lebih menjual, agar lebih heroik, kharismatik, dan happening alias ngehits. Maka diubahlah oleh Yamin menjadi Sumpah Pemuda. Kata sakti inipun baru dipakai pada 28 Oktober 1954 saat Kongres Bahasa Indonesia Kedua di Medan.

Jadi mau apapun lika-liku perjalanan terjadinya ikrar tersebut, infografis kali ini pada intinya ingin kamu mengenal lebih dekat apa itu Sumpah Pemuda. Sebagai penutup, Tim Redaksi KitaBangga mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Bangkitlah pemuda Indonesia. Bangkitlah Indonesia!

Start typing and press Enter to search

atlet indonesia peraih medali olimpiadekartini