Merah Putih Kala Dirgahayu Indonesia Tiba

Merah putih itu sederhana tapi anggun. Angin khatulistiwa membuat kibarannya makin berwibawa. Warna nan tegas berpadu kelembutan membuat Indonesia seakan kian menawan. Apalagi hari ini adalah hari spesial untuk si Merah Putih. Ia menjadi saksi bisu perjalanan Indonesia. Terlebih saksi bahwa janji kemerdekaan kita adalah melindungi, mencerdaskan, menyejahterakan dan menjadi bagian aktif dari dunia.

Sang saka berkibar menjulang tinggi serentak seantero nusantara. Namun, apa daya merah putih kini telah mengalami banyak perubahan. Dulu sebelum kemerdekaan Indonesia dikukuhkan, masyarakat sangat menantikan adanya merah putih berkibar tegak hingga penjuru dunia mengetahuinya. Ketika dikukuhkan kemerdekaan, semua khidmat melaksanakan. Sekarang, merah putih tampaknya hanya sebagai simbol. Jujur saja ketika kamu masih berada di bangku sekolah, semangatkah kamu apabila ikut upacara? Pasti banyak alasannya sampai-sampai mungkin pura-pura pingsan. Ya kan?

Dan hingga hari ini pun rumah kamu belum memasangkan bendera kan? Padahal ini penting. Pasang sekarang! Sebagai wujud nyata kecintaan dan nasionalisme kepada Negara. Momen sakral yang sepatutnya dikenang sekali dalam setahun di mana warna merah dan putih tidak semata selembar kain, melainkan “pada masanya” adalah simbol darah dan tulang belulang para pejuang yang rela ditukar dengan sebuah kata: MERDEKA!

Untuk soal nasionalisme ini, kian hari kita kian mengidap sindrom ikan di dalam air. Ikan adalah makhluk terakhir yang tahu apa dan di mana itu air. Karena dia hidup di dalamnya, dan dia tidak pernah diberitahu di mana dia hidup dan dengan apa dia hidup, maka dia tidak merasa penting untuk menghargai air tempat dia hidup. Semuanya taken for granted dan tidak perlu dipertanyakan.

Dia akan menggelapar-gelepar dan merasa butuh air ketika tidak berada di dalam air.

Seperti halnya Ikan, banyak anak bangsa ini baru merasakan menjadi orang Indonesia ketika sedang berada di luar negeri. Ketika dia mendengar ada orang bercakap-cakap menggunakan Bahasa Indonesia, atau mendengar dan membaca tentang Indonesia atau mendengar lagu “Tanah Air” karya Ibu Sud (apalagi aransemen karya Addie MS yang biasa diputar di pesawat Garuda Indonesia saat mendarat, wah bisa meleleh..). Baru ada sesuatu yang “menggelepar” di dalam hatinya.

Merah Putih memang hanya sebuah warna. Namun ia sangat berarti bagi Indonesia. Pahlawan kita dulu menyelipkan cita-cita di dalam dua warna. Merah yang berarti tegas dan berani menginginkan Indonesia garang di segala bidang, berani melakukan perubahan besar, dihormati di dalam negeri disegani di luar negeri, dan mental pemuda harus tetap membara. Putih yang berarti kelembutan dan kesucian menginginkan Indonesia selalu dalam perlindungan Sang Maha Kuasa, Indonesia tetap ramah, toleransi beragama rukun, mental kejujuran selalu ada dan gotong royong persatuan kesatuan diprioritaskan.

Tapi, kini banyak kelompok-kelompok fanatik yang mencoba mengusik dan ingin menggantikan dua warna itu menjadi warna lain. Merah putih tidak lagi seperti keinginannya dulu. Korupsi di mana-mana, mental acuh tak acuh bertebaran, rasa optimis tergantikan oleh pesimis, narkoba perusak mental, rasa toleransi berkurang. Sungguh miris merah putih sekarang.

Melalui tulisan ini, terlebih bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 71. Kita mengajak kamu untuk mencoba melanjutkan apa yang telah dicita-citakan pahlawan bangsa. Isi hati dan pikiran seperti makna si Merah Putih. Tanamkan berani bertindak berani bertanggung jawab, toleransi, kejujuran, gotong royong, berkarya tanpa batas, optimisme dan nasionalisme harus ada. Oh iya, diimbangi ikhtiar dan berdo’a ya..

merah putih cinta indonesia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Cintai Indonesiamu! via http://casseybunn.deviantart.com/

Cintai Indonesiamu seperti kamu mencintai pacarmu 😀 Ayo pemuda Indonesia. Engkaulah masa depan bangsa! Gerakanmu sangat berarti kedepannya!

Untukmu Pemuda, Untukmu Indonesia, Kita Bangga Indonesia, Merdeka!

Start typing and press Enter to search

panjat pinang lomba 17 agustusanPara Pemuda Kreatif Ini Tunjukkan Nasionalisme Masa Kini