Para Pemuda Kreatif Ini Tunjukkan Arti Nasionalisme Masa Kini

Well, tiap tanggal 28 Oktober merupakan hari bersejarah bagi para pemuda Indonesia. Hari di mana kala itu para pemuda berkumpul, menyatakan satu kesatuan sebagai langkah awal mewujudkan Indonesia merdeka. Di mana asa kala itu memggebu-gebu, nasionalisme tertanam di dalam kalbu, menyatakan Indonesia satu. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Indonesia.

Kini, 88 tahun telah berlalu. Semangat nasionalisme tentu berbeda dengan saat itu. Para pemuda Indonesia dari berbagai macam profesi memaknai Sumpah Pemuda dari sudut pandang masing-masing. Sehingga menjadikan makna itu sebagai semangat untuk berkarya sekreatif mungkin dalam kehidupan kontemporer sekarang.

“Nasionalisme tidak hanya identik dengan gerakan-gerakan bela negara berpangku senjata, tapi juga berkarya tanpa batas.”

Mereka adalah animator Marsha Chikita Fawzi, desainer dan pekerja kreatif Yoris Sebastian, sutradara dan aktris Livi Zheng, coder dan programmer Andre Christoga. Mereka merupakan sebagian kecil dari sekian banyaknya pemuda kreatif masa kini.

(Baca juga : Yang Muda, Yang Berkarya!)

Yuk kenali mereka dan bagaimana mereka menunjukkan arti nasionalisme masa kini…

Marsha Chikita Fawzi

animator chikita fawzi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Ia menelurkan semangat nasionalisme lewat karya animasi. Wanita kelahiran 28 Januari 1989 ini menunjukkan bahwa SDM Indonesia mampu bersaing dengan SDM negara lainnya. Siapa yang tak kenal dengan serial animasi Upin-Ipin? Ia terlibat langsung dalam proses pembuatannya loh. Baginya meletakkan nasionalisme dalam makna Sumpah Pemuda itu sebagai inspirasi pemuda untuk terus berkarya membangun bangsa. Semangat membangun itu juga ia salurkan lewat kelas inspirasi.

Yoris Sebastian

pemuda kreatif yoris sebastian
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kalau kamu pernah membaca buku 101 Creative Notes dan buku Creative Junkies, pasti kamu tau siapa dia. Diusia ke 26, Yoris sudah menjadi General Manager Hardrock Cafe. Dengan pencapaian ini, ia dinobatkan sebagai General Manager Hardrock Cafe termuda di Asia dan termuda kedua di dunia. Baginya Sumpah Pemuda itu sebagai momen untuk memompa spirit nasionalisme. Dia pun berkata bahwa Semangat nasionalisme bukanlah untuk diajarkan, tapi untuk ditularkan. Nah ia ingin menularkan semangat itu lewat pencapaiannya sekarang.

Livi Zheng

livi zheng sutradara hollywood kreatif
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Ia merupakan seorang produser, sutradara, penulis latar, aktris, dan pemeran pengganti asal Indonesia yang kiprahnya di perfilman Hollywood. Baginya semangat nasionalisme Sumpah Pemuda yang berkobar tanpa mati telah menjadi obor yang menyalakan tekadnya untuk tetap kreatif di mancanegara, seperti Amerika Serikat. Nasionalisnya menuturkan bahwa Ini loh karya orang Indonesia jangan dianggap remeh.

Andre Christoga

programmer cilik andre christoga
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Namanya melesat melalui sebuah ajang lomba aplikasi “Hackanthon Merdeka 2015”. Terlebih tahun ini biografinya dibuat film pendek berjudul “Programmer Cilik” di kontes Eagle Institute Indonesia. Di usianya yang masih tergolong sangat muda ini menunjukkan rasa nasionalismenya lewat aplikasi pemantau harga barang berbasis komunitas, dengan inputan berbasis sms gateway. Baginya dengan karyanya tersebut telah berkontribusi memajukan Indonesia.

Nah, mereka adalah sekelumit kecil para pemuda kreatif yang menunjukkan arti nasionalisme masa kini. Maaf jika kita hanya mengupas 4 pemuda kreatif. Andaikan kita mengupas seluruh pemuda kreatif di Indonesia tentu capek. Hehehe 😀 . Tim Redaksi KitaBangga hanya ingin membuktikan jika kita memacu karya sekreatif mungkin dapat menunjukkan nasionalisme pula. Karena dapat menunjukkan kebanggaan Indonesia dalam sebuah karya.

Untuk itu di momentum peringatan Sumpah Pemuda besok, yuk, kobarkan semangat nasionalisme dengan berkarya tanpa batas. Tunjukkan karyamu di panggung nasional bahkan internasional!

Start typing and press Enter to search

bendera merah putih berkibar kala dirgahayu indonesia tibamenelisik arti pahlawan masa kini