Pesona Lembah Baliem Wamena Bak Negeri Dongeng dari Timur Indonesia

Bicara soal negeri dongeng memang mengajak kita berpikiran kemana-mana. Cerita yang apik dipadukan dengan khayalan tingkat tinggi akan membuatmu terbawa suasana. Mungkin sampai mengandai-andai jika negeri dongeng yang terkenal akan keindahan panoramanya, keramahan penduduknya dan sesuatu keunikan di dalamnya ada di dunia nyata.

Tapi hal itu memang benar ada. Di dunia nyata terdapat beberapa tempat yang sebelas dua belas dengan cerita dongeng. Salah satunya ada di negara kita, Indonesia.

Jika kamu berkunjung ke bagian timur Indonesia, disana ada satu tempat bak negeri dongeng yang perlu kamu coba sensasinya. Tempat itu terletak pada kawasan lembah di sekitaran tanah Papua. Orang-orang sekitaran sana sering menyebutnya dengan sebutan Lembah Baliem Wamena. Lembah ini memiliki ketinggian 1600 meter dari atas permukaan laut dan dikelilingi pegunungan tinggi yang menawarkan keindahan alami. Saking tingginya pegunungan, kamu harus menggunakan transportasi pesawat jarak dekat untuk mencapai lembah ini dikarenakan akses darat masih belum memadai. Apa kamu ingin membelah hutan hingga berhari-hari? Hehehe….

Penasaran seperti apa? Siapkan dulu secangkir kopi dan mari menjelajahi pesona Lembah Baliem Wamena bersama KitaBangga.

Kesan pertama memasuki Lembah Baliem, Duh.. Keindahan seperti negeri yang hilang akan membuatmu terpana

lembah-baliem
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Seperti negeri yang hilang? via pesonaindo.com

Begitu pesawat yang kamu tumpangi serasa dekat dengan pucuk pegunungan, berarti sebentar lagi kamu tiba di Lembah Baliem. Dan ketika mendarat di landasan pacu seadanya, kamu pasti akan bergumam “Wow, it’s amazing!”. Kamu akan menjumpai lembah luas yang dikelilingi pegunungan tinggi. Dengan tambahan kelok sungai mengalir di tengahnya. Seolah terdampar di negeri yang hilang seakan-akan kamu berada pada cekungan alam luar biasa.

Oh ya, jangan kaget ketika menginjakkan kaki pertama kali disambut oleh para pria berkoteka. Karena memang ini di Wamena! Masyarakat tradisional pedalaman masih dapat kita jumpai di sana. Namun, ada pula mayarakat modern yang sudah berpakaian layaknya seperti kita.

Berkunjung ke Mumi Wim Motok Mabel di Kurulu untuk melihat eksotika tradisi Lembah Baliem

Mumi Wim Motok Mabel di Kurulu
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Wow, ada mumi berumur 370 tahun! via bicaralagi.blogspot.co.id

Namanya juga tanah papua, eksotika tradisi masih sangat kental. Kamu akan disambut oleh pemandangan kehidupan suku Dani yang eksotis Di Desa Jiwika, Kurulu. Rumah honai berjajar lengkap dengan pria tradisional berkoteka dan wanita berpakaian seadanya. Nah, ketika berkunjung ke Lembah Baliem tak lengkap rasanya jika tak menyambangi kawasan Jiwika. Desa dimana kamu dapat menyaksikan Mumi Wim Motok Mabel, Mumi panglima perang berusia 370 tahun.

Sekilas info saja, untuk mengabadikan momen disana kamu harus membayar dan membuat kesepakatan dengan warga Jiwika. Jangan sekali-kali mengambil gambar tanpa perizinan. Hormati aturan lokal di sana.

Melihat Suku Dani dari dekat dengan berjalan kaki

rumah honai
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Indahnya honai berjajaran di Desa Kilise via voiceplus.co.id

Cobalah berkunjung ke Desa Kilise yang ditempuh jalan kaki selama 3 jam. Disana kamu akan melihat kehidupan Suku Dani dari dekat. Bagaimana mereka mencari makan, berkebun, dan sebagainya. Desa Kilise sendiri merupakan desa pelosok dengan keindahan alam yang memesona. Sensasi berbaur dengan kehidupan suku Dani tak cukup diungkapkan lewat kata-kata. Suguhan menarik ini perlu kamu coba dan rasakan sensasinya.

Lanjut ke Aikima, melihat pasir putih pegunungan layaknya di pantai

Pasir putih pegunungan di Aikima
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Pasir putih pegunungan di Aikima sungguh memesona via nadialutfiputri.blogspot.co.id

Keajaiban alam Lembah Baliem yang memesona juga tersaji di Aikima. Bagaimana tidak, di tempat ini terdapat pasir putih pegunungan layaknya berada di pantai. Akan tetapi tekstur pasir putih Aikima agak lebih halus daripada tekstur pasir putih di pantai. Konon, pasir putih ini pertanda geologis kalau Lembah Baliem dulunya adalah danau besar yang menyusut karena alam. Agar perjalananmu semakin berkesan, naiklah ke bukit pasir Aikima, kamu akan melihat panorama lembah yang memanjakan mata. Untuk mencapai kawasan Aikima, kamu dapat menempuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Wamena.

Lengkapi perjalanan Lembah Baliemmu dengan menjelajahi Danau Habema, danau tertinggi di Indonesia

danau habema, danau tertinggi di Indonesia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Heningnya nuansa alam Danau Habema via indonesiakaya.com

Bagaimana tidak Habema menjadi danau tertinggi di Indonesia kalau danau yang satu ini berada di ketinggian 3.225 meter dari atas permukaan laut. Danau Habema juga bisa dikatakan salah satu danau terindah di Indonesia karena latar belakangnya salju khatulistiwa puncak Trikora. Resapilah perasaan menyatu dengan alam sembari menahan hawa dingin 10 derajat celcius di siang hari dan 0 derajat celcius di malam hari. Resapi pula keindahan hamparan rumput di tepian Danau Habema sambil melihat burung Cendrawasih melintas diatasnya. Untuk mengunjungi Danau Habema, kamu perlu perjalanan ekstra menantang. Meski ditempuh 48 km dari Wamena, lika-liku jalanan terjal membuat perjalanan jadi lama. Setidaknya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di Habema.

Melihat aktivitas ekonomi warga di Pasar Jibama, pasar pusat Lembah Baliem

pasar jibika wamena di lembah baliem
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Riuh keramaian Pasar Jibika via iqbalkautsar.com

Penjelajah sejati tentu tak hanya mengeksplorasi tantangan alam, tapi juga menyambangi sosialita didalamnya. Nah salah satu keunikan sosialita masyarakat Lembah Baliem adalah ketika mereka berkumpul dan berbaur secara riuh di Pasar Jibama. Kamu akan melihat transaksi jual beli secara tradisional. Barang dagangan yang dijual pun beragam. Oh ya, salah satu buah khas papua yakni buah merah papua sangat mudah dijumpai di pasar ini. Selain itu ada kerajinan noken yang dapat dijadikan oleh-oleh penuh kenangan. Disamping untuk jualan, Pasar Jibama juga menjadi tempat berkumpulnya para warga yang berasal dari tempat terpelosok di Lembah Baliem.

Menikmati serunya festival perang paling kolosal di dunia, Festival Lembah Baliem

festival lembah baliem wamena
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Festival Lembah Baliem yang mendunia via tripgabungan.com

Paling seru ketika berkunjung ke Lembah Baliem Wamena bertepatan dengan Festival Lembah Baliem yakni pada waktu sekitar Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kamu akan melihat atraksi perang suku-suku. Festival Lembah Baliem sendiri diangkat karena dulunya memang perang sungguhan antara suku Dani, Yali dan Lani, tapi seiring perdamaian digalakkan menjadi festival budaya yang sangat menakjubkan. Saking menakjubkannya, Festival Lembah Baliem terkenal hingga mancanegara dan menjadi salah satu festival paling eksotis di dunia loh. Maka tak heran kalau Lembah Baliem ramai dikunjungi wisman saat bertepatan dengan festivalnya.

Oh ya, jika kamu memotret orang suku dengan tradisinya di hari biasa dibatasi dan harus membayar, maka di Festival Lembah Baliem kamu bisa memotret sepuasnya secara gratis. Selain atraksi perang, ada pertunjukan seni lokal lainnya. Salah satunya Bakar Batu, cara mengolah makanan suku di Papua.

Bagaimana, tampak seru bukan? Namun untuk menikmati semua suguhan Lembah Baliem Wamena, kamu harus merogoh kocek lebih dalam. Bisa dibayangkan berapa yang harus dikeluarkan untuk naik pesawat ke Papua, kemudian naik pesawat jarak dekat lagi ke Wamena. Belum lagi biaya hidup untuk menginap, makan dan sebagainya. Karena biaya hidup di Wamena tergolong mahal. Mahalnya harga disana tak lain dan tak bukan karena faktor pengirimannya yang harus melalui jalur udara. Intinya perlu dana lebih untuk mencapai ke sana.

Jadi, cukup sampai di sini penjelajahan bersama KitaBangga ke tanah papua. Pengen berkunjung ke Lembah Baliem Wamena? Nabung dulu gih!

Salam, Pesona Papua, Pesona Indonesia.

Start typing and press Enter to search

sate klathakWajah baru Malioboro Jogja