10 Produk Dalam Negeri Yang Sering Disangka Produk Luar Negeri

Kebutuhan setiap orang mungkin berbeda-beda. Tingkat kepuasan pada suatu produk juga tak mungkin sama. Ada yang merasa produk A lebih cocok baginya meski harga selangit dan harus ditempuh ke luar negeri misalnya. Ada yang merasa produk B lebih baik karena produk bermerek apalagi produk merek luar negeri. Ada yang merasa produk C sudah cukup karena tak menguras banyak kantong. Dan seterusnya. Nah kamu termasuk yang mana?

Kalau kamu suka produk buatan luar negeri dan selektif terhadap Brand. Apalagi belanjanya sampai ke luar negeri. Kemudian kalau sudah dapat produknya terus difoto, diupload ke sosmed. Biar disangka lebih keren, lebih percaya diri? Dan merasa mengenal beberapa brand asli asal Amerika, Korea, Jepang hingga Perancis. Yakin itu barang asli dari sana? Brand apa coba yang kamu banggakan dan merasa itu buatan luar negeri?

Sophie Paris, Buccheri, Tomkins…..

Eits… tunggu dulu, itu mah asli Indonesia semua

Memang banyak yang mengira produk yang disebutkan di atas merek luar negeri. Mungkin karena brandnya sudah menguat dan persepsi kualitas terbaik di kelasnya. Apalagi terpampang di tempat yang bagus seperti di mall-mall atau toko besar lainnya.

Jika masih ragu, berikut kita berikan fakta beberapa produk asli Indonesia yang sering disangka buatan luar negeri.

Sophie Paris

Katalog Sophie Paris
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Sophie Paris via sophieparis.com

Hanya karena nama belakangnya menggunakan embel-embel Paris, bukan berarti produk tas ini asalnya dari Paris, Perancis. Banyak yang salah sangka soal merek yang satu ini.

Padahal Sophie Paris adalah merek dari perusahaan Sophie Martin. Perusahaan Sophie Martin sendiri adalah perusahaan dan merek busana Indonesia yang berdiri di Jakarta pada tahun 1995. Pendirinya merupakan sepasang suami-istri berkebangsaan Perancis yang menetap di Indonesia. Mereka bernama Bruno Hasson dan Sophie Martin. Maka dari namanya terciptalah merek Sophie dikombinasikan ibukota negara asalnya, Paris.

Terkecoh kan?

Buccheri

buccheri - produk dalam negeri
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Buccheri via bieberhoran.blogspot.co.id

Di mata para kaum hawa, brand sepatu dan tas ini memang menarik perhatian. Bahan kulit mengkilat dengan model yang beragam kerap membuat produk ini disangka dari negeri pizza, Italia. Terlebih namanya juga ala-ala Italia. Padahal si Buccheri ini asli Indonesia. Tak percaya? Buccheri adalah produk Indonesia yang diproduksi tahun 1980 dan dipegang oleh PT. Vigano Cipta Perdana.

Tomkins

sepatu tomkins
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Tomkins via mallalamsutera.com

Dilihat dari namanya, produk sepatu yang satu ini banyak dikira brand buatan luar negeri. Apalagi namanya juga seperti nama orang. Nyatanya, brand Tompkins berada di naungan PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. Asalnya dari kota Bandung. Hmm.. masih ragu? Lihat saja webnya pakai .id yang merupakan domain Indonesia.

Hoka Hoka Bento (Hokben)

hoka hoka bento
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Hoka Hoka Bento via marketeers.com

Siapa yang tak kenal brand kuliner yang satu ini. Makanan yang digembor-gemborkan dari negeri sakura, Jepang ternyata berasal dari Indonesia. Karena tampilannya ala-ala jepang inilah yang sering dikira restoran dari Jepang. Padahal, Hoka Hoka Beto ini didirikan pada tahun 1985 di bawah PT. Eka Bogianti.

Polytron

Smartphone Polytron
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Polytron via jatengonline.com

Produk elektronik ini pasti tak asing lagi di telinga orang Indonesia. Produk-produknya seperti televisi, speaker, DVD player, AC, dispenser, kulkas, hingga smartphone sukses dipasaran Indonesia. Nama ala-ala luar sukses mengecoh masyarakat Indonesia. Padahal polytron sendiri merupakan perusahaan elektronik asal Indonesia yang didirikan 16 Mei 1975 di Kudus, Jawa Tengah. Polytron berada di bawah PT. Hartono Istana Teknologi.

Polygon

Sepeda Polygon asli Indonesia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Polygon via polygonbikes.com

Saat Car Free Day, produk sepeda ini mendominasi. Masyarakat pun sangat familiar dengan merek Polygon dan sering dikait-kaitkan dengan barang import. Mungkin karena produk sepeda Polygon laku keras di pasaran. Nyatanya, produk sepeda ini 100% asli Indonesia. Didirikan oleh Soejanto Widjaja pada tahun 1989.

J.CO Donuts & Coffee

J.CO Donuts & Coffee via tikto24.blogspot.co.id
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

J.CO Donuts & Coffee via tikto24.blogspot.co.id

Donat satu ini kerap nongol di Instagram buat berfoto ria dan bergaya-gaya ala Amerika. Asalkan kamu tahu, Donat J.CO bukan dari Amerika tetapi dari Lippo Karawaci. Mungkin disangka produk luar negeri karena sudah cukup berdiri lama dan terkenal, tepatnya kenikmatan donat ini sudah sejak 26 Juni 2005 oleh pendirinya Johnny Andrean. Donat J.CO juga menjual yogurt dan kopi yang telah mendunia. Selain donat, Johnny Andrean juga membuka salon serta pendiri merk Breadtalk dan Roppan.

Eiger

tas sepatu gunung eiger
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Eiger via outlive-shop.com

Pasti yang ngakunya anak gunung dan anak mbolang sudah klop menggunakan produk ini. Ada rasa bangga karena produk-produknya seperti tas, sepatu dan sandal terkenal dengan kekuatannya. Mungkin karena bahannya awet, Eiger sering dikaitkan dengan produk import. Padahal, Eiger ini salah satu produk asli Indonesia. Pendirinya Rony Lukito juga asli orang Indonesia. Selain Eiger, merk dibawah naungan B&B Incorporations (B&B Inc.) ini ada Bodypack, Exsport dan Neosack.

Lea Jeans

lea jeans bukan merek luar negeri
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Lea Jeans via armadatownsquare.com

Dari mulai logo sampai iklan-iklannya banyak menggunakan model-model luar negeri membuat Lea terkesan sebagai produk asli Amerika yang terkenal dengan pusat industri jeans terbaiknya. Namun nyatanya, Lea Jeans bukan dari Amerika tetapi asli buatan Indonesia. Mungkin banyak yang menyangka demikian karena kualitas produknya mampu bersaing dengan produk jeans Amerika.

Edward Forrer

Edward Forrer via wikepo.com
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Edward Forrer via wikepo.com

Dari namanya saja sudah ala barat, jadi banyak yang menyangka bahwa Edward Forrer produk luar negeri. Padahal, usut punya usut perusahaan ini dinamakan sesuai pendirinya, Edward Forrer, atau lebih sering disapa Edo. Awalnya pada tahun 1989 Edo memproduksi sepatunya di Bandung. Namun kini Edo memiliki 50 gerai di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Hawaii.

Baca juga: Geevv, Mesin Pencari Bermisi Sosial Buatan Mahasiswi UI

Jadi bagaimana? Mau jeprat-jepret dengan produk-produk diatas? Tak ada yang salah memang, karena bisa jadi potretmu sebagai wujud rasa kebanggaan menggunakan produk-produk dalam negeri dan mengisyaratkan bahwa produk asli Indonesia itu mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Jika ada produk lain yang ingin ditambahkan, silakan komentar di bawah ya.. 😉

Start typing and press Enter to search

kuda laut pigmi Indonesiakopi juga mengandung filosofi - Kopi Indonesia