Pulau Terpadat Di Dunia Ada Di Sumbawa, Indonesia!

Bicara soal kependudukan memang sulit diperkirakan meskipun tiap Negara mempuyai kebijakan sensus masing-masing. Apalagi tiap tahun penduduk di muka bumi kian bertambah. Lebih besar dibandingkan angka kematiannya. Hingga katanya Indonesia yang menempati urutan ke 4 dalam jumlah penduduk yakni sekitar 250 juta pendudukpun mungkin saja saat ini sudah melebihi angka tersebut.

Entahlah berapa yang pasti. Karena Negara Indonesia cukup luas dan terbagi-bagi ke dalam pulau-pulau ya maklum saja. Namun ada satu pulau unik di Indonesia yang menjadi perhatian dunia mengenai kependudukan ini.

Ya, Pulau Bungin namanya. Pulau ini berada di teluk Alas Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masuk dalam wilayah Indonesia bagian tengah. Pulau Bungin nyaris tidak ada lahan kosong, seluruh daratannya dipenuhi rumah-rumah penduduk. Rumah-rumah saling berhimpitan dengan gang-gang perkampungan bagaikan labirin.  Bahkan saking padatnya, Bungin tidak mempunyai garis pantai loh karena pesisir seluruhnya juga sudah dibangun menjadi tempat tinggal. Luas pulaunya hanya 8,5 hektar atau 12 kali lapangan sepakbola tetapi memiliki jumlah penduduk 3.400 jiwa.

populasi pulau bungin terpadat di dunia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bangunan penuh sesak di pulau bungin via https://youtube.com 

Kebayang dong padatnya gimana?

Uniknya, warga yang ingin membangun rumah baru harus mereklamasi pulau dengan mengumpulkan karang mati untuk pengurukan lautannya. Hm, cukup ribet juga ya.. Tapi bukan menjadi masalah bagi penduduk Bungin. Karena penduduk bungin berasal dari Suku Bajo, Sulawesi yang mayoritas pekerjaannya nelayan. Juga Suku Bajo disebut-sebut si pengembara lautan. Wow…..

Sejak bayi pun, anak-anak Bungin sudah dikenalkan pada dunia bahari melalui Upacara Toyah. Dalam ritual Toyah, bayi dipangku 7 perempuan secara bergantian yang duduk di atas ayunan. Ayunan diibaratkan seperti gelombag lautan yang akan dihadapi sang anak saat besar nanti ketika menjadi pelaut.

Warga Bungin jarang merantau juga, Ia lebih memilih melaut yang melestarikan tradisi secara turun temurun. Juga setiap kali menikah lebih memilih tinggal di Bungin. Kondisi ini yang membuat Pulau Bungin semakin kelebihan beban dan kehabisan lahan.

Satu-satunya lahan terbuka yang cukup luas hanyalah halaman Masjid. Saking sesaknya pula jarang ada pepohonan tumbuh. Dengan kondisi tanpa dedaunan itupun kambing di Bungin rela makan kertas dan plastik loh.. Hm.. miris ya kambing di sana.

kambing makan kertas di pulau bangin
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Huaaa… Kambing makan kertas! via https://youtube.com

Karena keunikan inilah, Bungin menjadi salah satu obyek wisata untuk kabupaten Sumbawa. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin melihat Pulau Bungin lebih dekat. Biasanya sih bukan menjadi destinasi utama alias hanya mampir atau sekedar mengeksplorasi keunikan pulau bungin.

Untuk mendatangi Bungin bisa ditempuh sekitar 70 km dari Sumbawa Besar. 6-8 jam dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur ke Poto Tano, Sumbawa menggunakan kapal penyeberangan.

Apakah kamu tertarik untuk menginjakkan kaki di pulau terpadat di dunia ini?

Start typing and press Enter to search

Jogja BayDestinasi Sekitar Bogor Ala Luar Negeri