Selain Nikmat, Kopi Juga Mengandung Filosofi

Kopi, tak sekadar minuman yang menginspirasi. Selain nikmat, kopi juga mengandung filosofi dan beragam manfaat yang ditemukan. Mulai dari biji beserta ampas dapat kita gunakan. Biji kopi digiling sampai kering untuk bahan seduhan. Ampasnya pun bisa dipakai luluran atau maskeran. Kalau sudah begini tak ada yang sia-sia kan??. Ngomong-ngomong, tahukah kamu jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia?? Mungkin bagi pecinta kopi, sebagian besar mereka telah mengenal jenis kopi dari Indonesia. Tapi bagi yang masih awam, mereka mungkin hanya tahu nama kopinya namun belum tahu asal daerahnya.

Kopi Juga Mengandung Filosofi - Kopi Indonesia
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Untuk mengurangi rasa penasaran dari pembaca sekalian, nantinya kami akan membahas jenis-jenis kopi asli budidaya petani Indonesia. Namun sebelum membahas itu, kita sharing dulu beragam manfaat yang kita peroleh dari minum kopi. Apa saja manfaatnya? Yuk simak ulasan kami di bawah ini.

Terhindar dari penyakit kronis

Sebuah studi yang diterbitkan pada Jurnal Nature Medicine menemukan bahwa mereka yang minum kopi akan terhindar dari penyakit kronis. (sumber : Instagram @infia_fact)

Mengurangi risiko peradangan otak dan sumsum tulang belakang

Menurut kicauan akun @WOWFAKTA, meminum kopi mempunyai fungsi mengurangi risiko terjadinya multiple scerosis (MS) atau peradangan otak dan sumsum tulang belakang.

Menurunkan risiko terserang stroke

Menurut penelitian, kopi dapat menurunkan risiko stroke bagi peminumnya. Penelitian dilakukan dengan menunjukkan bahwa minum antara 2-4 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko stroke. (Dari berbagai sumber)

Menurunkan risiko terkena “Parkinson”

Journal of American Medical Association” pada tahun 2000 menemukan bahwa konsumsi kafein dan kopi akan menghasilkan risiko lebih rendah menderita Parkinson. Sebuah studi 2010 juga menemukan bahwa minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari menjadikan seseorang memiliki peluang 25 persen lebih kecil mengalami penyakit tersebut.

Untuk manfaat lainnya kamu bisa cari tahu sendiri di internet atau lewat media cetak. Hehehe… 😀

Selanjutnya kita akan bahas mengenai aneka jenis kopi yang ada di negeri ini. Namun tidak semuanya kami jabarkan, hanya sebagian saja. Apa kamu siap?? 😀

Kopi Gayo dari Aceh

Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo di provinsi Aceh dan merupakan salah satu komoditi unggulan bagi warga sana. Menariknya lagi, mayoritas masyarakat Gayo berprofesi sebagai petani kopi. Maka dari itu, kopi gayo menjadi komoditi unggulan. Seperti halnya kutipan film Filosofi Kopi bahwa “yang paling berkesan itu adalah pertemuan dengan orang-orang sederhana yang mendedikasikan diri demi cinta terhadap kopi”.

kopi juga mengandung filosofi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kopi Gayo dari Aceh via Tokopedia

Ngomongin soal kopi, kopi Gayo ini terdiri dari dua jenis varietas layaknya kopi pada umumnya. Jenis kopi tersebut ialah Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Varietas Arabika mendominasi jenis kopi yang dikembangkan para petani. Selain itu, kopi arabika ini juga merupakan produksi terbesar di Benua Asia dan menjadi salah satu kopi khas Nusantara yang cukup banyak digemari kalangan dunia.

Konon, cita rasa Kopi Gayo asli terdapat pada aroma kopi yang begitu harum dan rasa gurihnya hampir tidak pahit. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa rasa Kopi Gayo ini melebihi cita rasa kopi Blue Mountain dari Jamaika. Karena budidayanya memakai cara organik tanpa bahan kimia maka kopi ini juga disebut kopi organik terbaik di dunia. Sangat-sangat membanggakan.

Baca juga Kopi Joss Hanya Ada Di Jogja? Gak Juga!

Kopi Toraja dari Sulawesi

Ketika ngopi jadi gaya hidup kaum urban, maka kopi toraja pun kian berkibar. Kalimat tersebut mungkin ada benarnya juga. Mengapa tidak?? Kopi Toraja khas Sulawesi ini sudah merajai pasar Internasional bahkan menjadi salah satu kopi terfavorit di dunia mengalahkan kopi-kopi lintas negara. Lantas apa sih uniknya kopi ini? Mungkin itulah pertanyaanmu yang belum pernah mencoba kopi toraja.

Ngomongin soal keunikan, kopi ini punya cita rasa cukup kuat dan juga sedikit asam (kecut). Pahitnya pun muncul di ujung lidah tak lama setelah diteguk. Penampilan kopinya tampak lebih bening setelah dituang ke dalam cangkir, bisa dibilang mirip teh pekat. Mungkin itulah yang menjadi keunikan dari kopi toraja dan sekaligus menjawab pertanyaanmu. Hehehe…

kopi juga mengandung filosofi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kopi Toraja dari Sulawesi via Google Images

Ingat, sesempurna apapun kopi yang kamu buat pasti punya sisi pahit yang harus dicicipi.

Sekilas info saja bahwa Toraja itu merupakan nama Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki letak geografis memadai untuk penanaman kopi. Kebanyakan kopi ini ditanam pada lokasi pegunungan agar kualitasnya layak dikonsumsi. Apalagi suhu udara pegunungan juga terasa sejuk, pastinya akan menambah daya tarik wisatawan untuk melihat-lihat lokasi perkebunan.

Bahkan ketika wisatawan beruntung, masyarakat di sekitar sana dengan senang hati menyeduhkan kopi hasil gilingan mereka. Tapi jangan kaget saat meminumnya. Bagi yang tak suka kopi pahit, lebih baik ditambahkan gula sesuai selera. Karena rasa pahit ini memang melekat pada kopi toraja.

Kopi Lampung dari Sumatera

Pecinta kopi pasti tahu kopi khas dari Lampung ini. Aroma dan cita rasanya yang unik menjadikan kopi ini banyak diminati. Karena Lampung masih termasuk kawasan Sumatera maka kopi satu ini juga dianggap varietas Kopi Sumatera.

Kopi Sumatera merupakan salah satu varietas kopi yang bertekstur paling halus, bercita rasa paling berat dan kompleks di antara kopi dari berbagai negara. Sebagian besar Kopi Sumatera diproses melalui tahapan dry-processed atau tahapan pengeringan sampai benar-benar kering. Namun, ada juga yang melalui proses pencucian ringan atau semi-washed.

kopi juga mengandung filosofi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kopi Lampung dari Sumatera via Tokopedia

Jika kamu berkunjung ke daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, maupun daerah Tanggamus maka kamu akan menjumpai perkebunan kopi yang membentang luas. Jenis kopi paling banyak dijumpai adalah jenis Kopi Robusta. Kopi Robusta Lampung juga memiliki cita rasa yang unik, berbeda dari Kopi Robusta lainnya.

Setiap jenis kopi, pasti punya filosofi tersendiri. Begitu pun soal cita rasa.

Soal rasa memang gak bisa dipaksakan, apalagi terlalu ingin mendapatkan. Tentu saja tidak diperbolehkan. 😀 Ah sudahlah, lupakan. Intermezzo bentar boleh kan?? 😀

Eiitsss tunggu dulu, meskipun terkenal dengan Kopi Robusta, Lampung juga memiliki jenis Kopi Arabika meski jumlahnya sangat sedikit. Sejauh ini, Kopi Arabika tak begitu berhasil dibudidayakan di Lampung. Tanaman Kopi Robusta juga tahan terhadap cuaca dan hama penyakit. Makanya jenis kopi ini lebih mendominasi.

Baca Juga Indonesia Termasuk Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia

Kopi Luwak

Inilah jenis kopi yang selama ini menimbulkan perdebatan antara halal atau haram. Kopi Luwak sendiri merupakan seduhan kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang dan diyakini memiliki cita rasa berbeda. Harga kopi ini tergolong lebih mahal daripada kopi biasanya. Ada yang mengatakan kopi ini haram, ada juga yang mengatakan halal.

Sebenarnya unsur haram itu terletak pada kandungan feses (kotoran) biji kopi yang telah dimakan luwak/musang. Unsur haram ini akan hilang jika proses pencucian dilakukan sampai sebersih mungkin. Toh biji ini juga bisa ditanam lagi dan akan tumbuh seperti sedia kala.

kopi juga mengandung filosofi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kopi Luwak via Photobucket

Bagi pecinta kopi, menikmati Kopi Luwak adalah hal yang istimewa. Mereka jatuh cinta pada kopi ini saat menikmati tegukan pertama. Maklum lah namanya juga kopi, kopi yang baik itu selalu menemukan penikmatnya.

Start typing and press Enter to search

produk dalam negeri yang sering disangka produk luar negeribekantan kalimantan