Siapa Penemu Pondasi Cakar Ayam?

Tahukah kamu?

Penemu konstruksi pondasi cakar ayam yang ternyata orang Indonesia. Ya, beliau adalah Prof. Ir. R.M. Sedyatmo. Konstruksi cakar ayam sendiri adalah salah satu metode rekayasa teknik dalam pembuatan pondasi bangunan. Lulusan ITB angkatan 1934 ini berhasil menemukan pondasi cakar ayam pada tahun 1962, sistem pondasi ini memungkinkan pembangunan di atas lahan yang labil, seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta, Jakarta, dan banyak bangunan lain di seluruh dunia.

Bahkan penemuan sistem pondasi cakar ayam ini telah mendunia, dan telah mendapat pengakuan paten internasional di 40 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, RRC, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Bahrain, Srilanka, Brazil, Qatar, Uni Soviet, Burma, Mesir, Afrika Selatan, Portugal, Spanyol, Argentina, Cile, Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Maroko, Jerman Barat, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.

Kisah tentang p

pondasi cakar ayam
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
enemuan konstruksi cakar ayam ini bermula di Pantai Cilincing, Jakarta Utara, 1961, ketika Sedijatmo piknik bersama keluarganya. Dia, tanpa sengaja, memandang ke sebatang pohon nyiur yang meliuk dan melambai-lambai diterpa angin. Di benaknya tersembul pertanyaan: “Mengapa nyiur mampu berdiri kokoh di tanah lunak, meski angin dan deburan ombak menerpa kencang? Padahal, tubuhnya yang tinggi menjulang hanya ditopang akar serabut yang menunjam ke bumi tak terlalu dalam.” Akhirnya, kejadian itu sehari-hari itu menginspirasinya untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya.

Datmo, demikian ia akrab disapa, ketika itu memang tengah memimpin proyek besar, yakni pembangunan tower listrik tegangan tinggi di daerah Ancol. Daerah itu merupakan kawasan pantai bertanah rawa nan lembek, di mana lapisan tanah kerasnya ada di kedalaman 25 meter.

Begitulah. Ia tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Meski saat itu usianya sudah berkepala lima, ia tetap bersemangat dan termotivasi membikin rancangan konstruksi pondasi yang cocok diterapkan di tanah tak stabil, tempat ia menggarap proyeknya. Jadilah pondasi “berakar serabut” pipa beton penyangga konstruksi tower listrik tegangan tinggi. Nama pondasi itu adalah Pondasi Cakar Ayam.

Mekanisme sistem podasi cakar ayam dalam memikul beban dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut: Bila diatas pelat bekerja beban titik, maka beban tersebut membuat pelat melendut. Lendutan ini menyebabkan buis-buis cakar ayam berotasi. Hasil pengamatan pada model menunjukkan riotasi cakar terbesar adalah pada cakar yang terletak di dekat beban. Rotasi cakar memobilisasi tekanan tanah lateral di belakang cakar-ayam dan merupakan momen yang melawan lendutan pelat. Dengan demikian, cara mengurangi lendutan pelat, semakin besar momen lawan cakar untuk melawan lendutan maka semakin besar reduksi lendutan. Momen lawan cakar dipengaruhi oleh dimensi cakar dan kondisi kepadatan (kuat geser) tanah disekitar cakar,yaitu semakin panjang (dan juga lebar) cakar, maka semakin besar momen lawan terhadap lendutan pelat yang dapat diperoleh.

Pondasi Cakar Ayam mencatat sejumlah kelebihan dibandingkan pondasi jenis lain. Karena pondasi ini letaknya tidak berada jauh dari permukaan tanah, pengerjaannya jauh lebih sederhana ketimbang jika harus memancang atau mengebor tanah. Biaya yang dihemat bisa sampai 30%, karena pengerjaannya lebih cepat dan material yang diperlukan lebih sedikit.

Karena karyanya, maka Sedijatmo memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Kelas I dari pemerintah Indonesia. Pun namanya sekarang diabadikan sebagai nama jalan tol di Bandara Soekarno-Hatta hingga kini.

Kita patut berbangga hati, ternyata ada karya Insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia. Karya besar itu tidak sekedar diakui, bahkan hasil penemuan ini banyak diterapkan oleh negara baik di Asia, Eropa, bahkan di Amerika.

Referensi : wikipedia

Start typing and press Enter to search

jumlah suku di indonesia