Tampang Preman, Hati Tetap Menawan

Ada pepatah bijak mengatakan, jangan menyimpulkan buku dari tampilan covernya. Walaupun sederhana, tetapi maknanya teramat dalam. Sebuah buku terkadang memiliki cover yang dirasa kurang menarik, namun setelah membaca keseluruhan kamu akan tahu isi dan makna dari buku tersebut.

Cobalah memahami lebih dalam apa makna sebuah buku. Kita disini tidak membahas tentang buku, melainkan tentang pengabdian seseorang untuk masyarakat. Pepatah “Buku” sangat cocok menggambarkan orang ini. Beliau berperawakan seperti preman – berbadan besar dan berambut gondrong.

Namun dibalik penampilan premannya, ternyata beliau sangat peduli dengan dunia pendidikan beserta ilmu agama. Beliau juga peduli pada masa depan anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa. Siapakah sebenarnya sosok orang ini? Mari kita kenalan dengan beliau 😀

Jangan menyimpulkan buku dari tampilan covernya

Perkenalkan nama lengkap beliau, M. Saleh Yusuf atau akrab dipanggil Alan. Warga Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Profesi sehari-hari sebagai sopir bus – sebelumnya sopir truk besar (fuso). Pertama kali orang melihatnya biasa beranggapan Alan ini sosok yang galak dan mudah marah – dari segi penampilan memang benar, pasti orang berpikiran dia ini galak 😃

Nih foto aslinya.

M. Saleh Yusuf
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Gimana?? Ketipu kan sama penampilannya 😀 via BDSL Community

Seperti yang kami katakan diawal bahwa jangan menilai seseorang hanya dari penampilan, tetapi lihat juga dari sifat dan perilakunya. Bisa saja dia punya hati seperti malaikat 😃 Namanya orang baik tidak harus berpakaian rapi, mewah ataupun kekinian. Kalau hanya dari penampilan, mungkin kamu bisa tertipu dengan sikap “manisnya”.

Sebagai seorang sopir, Alan berpenghasilan seadanya. Walau demikian, ia tetap berniat mendirikan sekolah agama yang bisa diakses oleh banyak orang, khususnya di sekitar wilayah beliau. Alan sering menyisihkan sebagian penghasilan untuk modal mendirikan sekolah madrasah. Awal dari idenya ini bermula saat ia merasa prihatin pada anak-anak yang belum memiliki kesempatan bersekolah karena terkendala biaya.

Meskipun ekonomi Alan juga masih pas-pasan, ia rela sebagian penghasilannya disumbangkan untuk anak-anak dalam bentuk pembangunan sekolah. Akhirnya berkat kerja keras Alan selama ini, ia sukses mendirikan sekolah madrasah dari hasil keringatnya sendiri. Sekolah ini lalu diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Ulum atau lebih simpelnya MIS Darul Ulum.

M. Saleh Yusuf
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

MIS Darul Ulum via AlamTara

Walaupun masih setara dengan pendidikan dasar atau SD, setidaknya hal itu sangat membanggakan bagi anak-anak yang belum bersekolah. Pasalnya sekolah ini tidak dipungut biaya sarana dan prasarana sepeser pun alias gratis. Namun, tidak menutup kemungkinan ia akan menerima sumbangan suka rela dari orang tua.

Di sekolah ini tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan mainstream, tetapi juga diajak untuk melestarikan lingkungan dengan cara bercocok tanam. Anak-anak diajarkan cara menanam cabai beserta sayur-sayuran yang nantinya diberikan imbalan agar mereka lebih semangat dalam belajar.

Baca juga Inisiatif Kecil Dari Kang Poltak Untuk Masyarakat Kayong Utara

Atas dasar rasa kepeduliannya sangat besar maka M. Saleh Yusuf ini berhasil meraih penghargaan “Kick Andy Heroes” dari MetroTV. Sekali lagi jangan menyimpulkan buku hanya tampak penampilan covernya, melainkan juga dari hati yang paling dalam.

M. Saleh Yusuf
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Bang Alan mendapat penghargaan “Kick Andy” Heroes 2015 via SMA Negeri 1 Utan

Cukup sampai disini perjumpaan kita, semoga sosok seperti M. Saleh Yusuf menggugah minat pembaca agar lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan lupa ngopi ya 😉 See you next time 😀

Start typing and press Enter to search

miswan edi susantodesainer mobil vw