Wisata Edukatif Museum Cokelat Monggo Khas Bantul

Museum Kereta Api sudah biasa, Museum Pabrik Gula sering kita dengar, atau Museum Sejarah?? Apalagi, itu juga sering kita temui. Kali ini kita tidak membahas museum-museum yang terbilang mainstream. Pada kesempatan ini, kami ingin menginformasikan kepada pembaca bahwa di kawasan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul telah dibuka Museum Cokelat Monggo yang berbeda dari wisata lainnya.

Museum ini berada di lokasi jalur wisata menuju Desa Krebet – sentra kerajinan batik kayu dan jalan alternatif menuju kawasan Kulonprogo. Berbagai koleksi miniatur pabrik beserta produk cokelat dari seluruh dunia ada di museum ini. Cerita dalam bentuk karikatur maupun kartun tentang asal mula buah kakao (bahan utama cokelat) juga turut disajikan.

Pihak pengelola museum mengatakan, kawasan ini baru selesai pembangunan pada Januari lalu. Hingga akhir bulan April, tarif masuk per pengunjung sekitar Rp 10.000. Setelah bulan April lewat, tarif masuk per pengunjung menjadi Rp 20.000. Ya dimaklumi lah namanya juga promo. Wajar, kalau dalam masa promo tarifnya murah. (Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu)

museum cokelat monggo
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Cokelat Monggo Khas Yogyakarta via Good Indonesian Food

Konsep wisata di museum ini bisa dibilang cukup unik. Pengunjung akan dimanjakan semerbak aroma cokelat yang nikmat sambil belajar sejarah. Kita diperbolehkan membuat cokelat sendiri kemudian dibawa pulang. Pihak pengelola juga mengajak kita untuk mengenali berbagai jenis cokelat beserta khasiatnya. Biji-biji cokelat yang sudah kering, buah kakao, sampai cokelat yang sudah jadi akan kamu jumpai.

Beragam koleksi foto petani, kerap kamu temui jika berkunjung kesana. Menurut sumber terpercaya, pendiri Museum Cokelat Monggo ialah seorang warga Belgia yang bernama Thierry Detournay. Meski pendirinya bukan berasal dari Indonesia, tetapi bangunan museum ini kental dengan nuansa Jawa. Musik-musiknya pun berupa gending Jawa. Sesuai konfirmasi pendirinya, museum ini dinamakan ‘Monggo’ karena memiliki arti ekspresi keramahan dalam tradisi Jawa yang berarti Monggo itu Silahkan.

Mungkin tuan Thierry bermaksud mempersilahkan pengunjung untuk datang ke museumnya atau sekadar menikmati cokelat produksinya. Itu hanya persepsi kami saja, jangan dianggap serius. 😀 Eh tapi kalau dipikir-pikir masuk akal juga ya. 😀

museum cokelat monggo
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Wilayah Produksi Cokelat Monggo via Penikmat Perjalanan

Setelah kami telusuri dari berbagai sumber, brand Cokelat ‘Monggo’ ternyata sudah lumayan terkenal di wilayah Jawa, walaupun belum semuanya. Kalau sekadar menikmati Cokelat ‘Monggo’ kamu bisa berkunjung ke salah satu gerai yang ada di sekitaran Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta.

Gerai tersebut dibuka dari pukul 08:00 – 17:00. Sedangkan untuk pabriknya yang berada di kawasan Kotagede dibuka dari pukul 09:00 – 22:00. Semuanya buka setiap hari. Tak hanya buka di kawasan Jogja, gerai Cokelat ‘Monggo’ juga sudah memasuki wilayah Bandung dan kemungkinan melebarkan sayap di Jakarta.

Jadi bagaimana? Yuk, mulai agendakan ke Museum Cokelat Monggo bersama teman-temanmu ya. Jangan lupa juga untuk mampir ke gerai atau pabriknya, agar wawasanmu tentang cokelat bertambah. 😀

Start typing and press Enter to search

tempat wisata di klatenPantai Ngurbloat, - Pantai Berpasir Putih Terhalus Se-Asia